Polisi Tangkap Pelaku Otak Kejahatan di Angkot C01

Kompas.com - 09/08/2012, 22:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi akhirnya berhasil menangkap Badri (23), tersangka otak pelaku percobaan pemerkosaan dalam angkutan kota C01 di Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Badri ditangkap pada Kamis (9/8/2012) malam.

Dengan tertangkapnya Badri, semua pelaku yang berjumlah lima orang sudah tertangkap. Badri yang diduga menjadi otak kejahatan tersebut ditangkap di  di Mayestik, Blok M, Jakarta Selatan. "Sudah tertangkap si Badri di tempat persembunyiannya," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Rahmat saat ditemui di kantornya, Kamis.

Rahmat menambahkan, Badri hanya pasrah tanpa melakukan perlawanan ketika diringkus oleh polisi. Menurut sumber di Polres Metro Jakarta Pusat, Badri merupakan otak pelaku dari kejahatan angkot C01 itu. "Dia otaknya, sekarang sudah di tahanan Polres, total keseluruhan lima pelaku," katanya.

Badri bersama keempat rekannya berusaha merampok dan memerkosa seorang karyawati berinisial Is (31) dalam angkot C01 jurusan Ciledug-Kebayoran Lama di sekitar Lapangan Banteng bulan lalu. Korban sudah dibekap oleh empat orang pria di dalam angkot tersebut.

Untungnya korban berteriak minta tolong dan didengar oleh anggota Komando Pasukan Khusus, Serda Nicolas Sandi Harewan, yang kebetulan melintas dengan sepeda motor dekat angkot tersebut. Mendengar ada kejanggalan di angkot itu, Nicolas yang berboncengan dengan tunangannya mengejar angkot tersebut. Pelaku yang mengetahui kendaraannya dibuntuti panik, lantas melempar Is keluar dari angkot. Saat itu, posisi angkot tepat berada di depan Gedung Mahkamah Agung, Jalan Medan Merdeka Utara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau