Isuzu Panther Masuk Jurang di Kuningan, 2 Orang Tewas

Kompas.com - 10/08/2012, 00:35 WIB

KUNINGAN, KOMPAS.com — Sebuah kendaraan minibus Isuzu Panther masuk ke jurang sedalam 10 meter di Jalan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Kamis (9/8/2012) malam, sekitar pukul 19.30. Dua penumpang tewas, sementara seorang sopir luka parah di kepala akibat kejadian itu.

Hingga pukul 24.00 malam ini, kendaraan tersebut belum bisa diangkat keluar dari jurang. Adapun jurang itu merupakan terusaan dari Sungai Cibacang.

Saksi mata di lapangan, Edi Kuswaedi (40), warga RT 13 RW 4, Desa Bojong, Kecamatan Cilimus, Kuningan, menuturkan, peristiwa terjadi saat kondisi jalan sepi. Sebagian besar warga sedang shalat Tarawih. Jalan Cilimus juga dalam kondisi gelap karena tak berlampu.

Dari pengamatan di lapangan, lokasi kejadian berjarak sekitar tiga meter dari jembatan Cilimus yang tidak dipasangi pembatas.

Lokasi kecelakaan juga hanya berjarak sekitar 30 meter dari Kantor Kepolisian Sektor Cilimus. Edi mengatakan, kecelakaan itu terjadi lantaran mobil bernomor polisi B 2199 QW berwarna biru-perak tersebut berusaha menghindari sebuah sepeda motor.

"Mobil berjalan dari arah Cirebon menuju Kuningan. Lalu dari arah sebaliknya ada sepeda motor Mio, dari arah Kuningan menuju Cirebon," katanya. Mobil akhirnya tak kuasa menghindar dan tetap menabrak sepeda motor itu.

Belum bisa dipastikan bagaimana tabrakan di antara dua kendaraan berlawanan arah itu bisa terjadi. Yang pasti, tabrakan mengakibatkan pengendara sepeda motor, Muhammad Fuad (15), asal Desa Cisaat, Kecamatan Mandirancan, Kuningan, luka parah di bagian wajah dan kepala, serta patah tulang di kaki kanan.

Adapun mobil yang membanting setir ke kanan masuk ke jurang sedalam sekitar 10 meter.

Dua penumpang, yakni Tuti (25) dan bayi laki-laki bernama Akil (1,5) tewas. Tuti meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan Akil meninggal dalam perjalanan ke Rumah Sakit Ibu Anak (RSIA) Linggajati di Desa Bandorasa, Cilimus.

Adapun sopir Isuzu Panther, Ridwan (48), selamat meski mengalami luka parah di kepala, lecet di tangan kiri dan punggung bagian kiri, serta cidera di leher. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau