Waspada...Hal-hal Sepele Penyebab Kebakaran!

Kompas.com - 10/08/2012, 14:20 WIB

KOMPAS.com - Semakin sulitnya kawasan hunian di kota-kota besar memaksa sebagian besar penduduk Jakarta tinggal di perumahan sangat padat. Saking padatnya, antara rumah yang satu dan dan rumah lainnya hampir tidak berjarak. Istilahnya, atap rumah depan dan belakang hanya sejengkal jaraknya!

Tidak heran, ketika musibah kebakaran melanda satu rumah, si jago merah akan terus merambat ke tempat lain dan menyebabkan kerugian tidak sedikit. Untuk itu, pastikan Anda memperhatikan beberapa penyebab kebakaran berikut ini, yang mungkin kerap dianggap sepele. Pasalnya, benda-benda ini kemungkinan besar berada di rumah Anda dan jangan sampai, benda atau tindakan ceroboh akan merugikan Anda dan keluarga.

Perlengkapan memasak

Bukan hanya kompor harus Anda perhatikan. Perlengkapan memasak seperti wajan dan panci dapat terlalu panas ketika memiliki kontak langsung dengan api. Untuk itu, teruslah tinggal di dapur selama Anda memasak, terutama jika memasak dengan minyak atau temperatur tinggi.

Kebanyakan kebakaran di dapur terjadi karena orang-orang yang tengah memasak mengalami gangguan dan meninggalkan dapur tanpa adanya pengawasan. Selain itu, perhatikan juga pemasangan gas pada kompor Anda. Waspadai adanya bau gas bocor di rumah. Pun, Anda harus berhati-hati dengan lap atau keset yang dapat dengan mudah terbakar karena api kompor.

Merokok

Jika anda seorang perokok, keinginan merokok dapat terjadi sepanjang waktu, termasuk di kamar tidur. Padahal, rokok yang hanya memiliki sedikit api tersebut dapat menyulut api membesar, terutama terkena perabotan Anda, seperti tempat tidur, sofa, gorden, keset, karpet, atau furniture lain yang terbuat dari kayu.

Alat-alat elektronik

Pastikan alat elektronik Anda tidak memiliki bagian yang longgar atau tidak pada tempatnya. Jangan biarkan stop kontak di rumah terhubung dengan banyak alat elektronik.

Jangan lupa, jauhkan kabel dari bawah karpet. Kabel yang terkelupas dan mengalami korsleting akan mudah menyambar karpet.

Lilin

Lilin yang Anda gunakan, jika terjadi mati lampu, atau bahkan lilin aromaterapi dapat menyebabkan kebakaran. Terutama, jika api lilin ini menyambar barang-barang elektronik maupun bahan lain yang mudah terbakar.

Untuk itu, hindari menyalakan lilin ketika Anda tidur. Pastikan lilin berada di bawah pengawasan Anda. Satu lagi, jauhkan benda ini dari jangkauan anak kecil dan binatang peliharaan Anda.

Larang anak Anda bermain api

Jauhkan korek atau pemantik api, petasan, lampu minyak, dan bahan-bahan lain yang dapat terbakar dari anak permainan Anda. Kejadian kebakaran di Otista III Jakarta Timur, Kamis (9/8/2012) kemarin, terjadi hanya lantaran seorang anak kecil bermain api. Kebakaran tersebut dilaporkan sampai meratakan empat rumah dan satu rumah rusak sebagian.

Memang, ini bukan kejadian pertama kali. Untuk itu, jangan sampai anak Anda menjadi penyebab kejadian berikutnya!

Sistem kabel tidak layak

Hati-hati dengan sistem kabel yang tidak layak di rumah Anda. Beberapa tanda ini sebaiknya Anda perhatikan. Kemungkinan besar, jika hal ini terjadi di rumah Anda, sistem kabel di rumah sedikit, hampir, atau bahkan sudah rusak. Tanda tersebut adalah:

- Anda harus melepaskan satu alat elektronik sebelum menyalakan alat elektronik lain.

- Menggunakan banyak panjangan kabel, stop kontak sering memercikan api, dan lampu tampak meredup jika anda menyalakan alat elektronik.

- Kabel rol yang sering digulung, ditarik, atau dibiarkan menggantung, serat serabut di dalamnya dapat terputus.

Cairan mudah terbakar

Jika yang ada di pikiran Anda adalah bahan bakar seperti solar, minyak tanah, dan bensin, tentu saja Anda tidak salah. Cairan-cairan tersebut memang bahan-bahan yang mudah terbakar. Namun, perhatikan juga lem, thinner, pembersih, sampai parfum Anda, karena semua itu adalah cairan yang juga mudah terbakar.

Daun-daun kering

Hati-hati dengan daun kering di sekeliling rumah Anda. Daun akan dengan mudah tersambar, terutama jika ada sedikit saja api. Rokok dan petasan dapat menjadi penyebab kebakaran besar saat menyambar daun kering.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau