Polisi Bersenjata Disiagakan di Lokasi Rawan Kejahatan

Kompas.com - 10/08/2012, 14:39 WIB

KENDAL, KOMPAS.com -- Jalan Lingkar Weleri dan jalan atas menuju Sukorejo serta Boja, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, diindikasi rawan kejahatan. Untuk itu, Polres Kendal menyiapkan 16 anggota patroli bersepeda motor yang dilengkapi dengan senjata laras panjang. Petugas patorli itu akan diterjunkan mulai nanti malam pukul 00.00 hingga H+7 Lebaran.

Hal itu diungkapkan Kapolres Kendal AKBP Kusdiantoro usai mengikuti upacara gelar pasukan operasi Ketupat Candi 2012 di lapangan Mapolres Kendal, Jumat (10/8). Kusdiantoro menjelaskan, selain menerjunkan petugas patrol, pihaknya juga menyiapkan 15 anggota bersepeda motor untuk mengurai kemacetan di jalur Pantura maupun jalur alternatif.

"Kemacetan di Pantura biasanya berada di pasar tumpah," kata Kusdiantoro.

Selain telah mengidentifikasi daerah rawan kejahatan dan kemacetan, Kusdiantoro menambahkan, pihaknya juga telah mengidentifikasi daerah rawan longsor. Di antaranya di Darupono, Kaliwungu Selatan dan Pegeruyung.

"Beberapa daerah atas rawan longsor. Pemudik yang melewati daerah atas harus hati-hati bila turun hujan," jelasnya.

Untuk pengamanan arus mudik ini, Polres Kendal akan menerjunkan 481 anggotanya dan disebar ke 13 Pospam dan 9 sub pospam. Baik yang ada di jalur Pantura maupun jalur alternatif.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau