Sepekan Jelang Lebaran, Terminal Lebak Bulus Masih Landai

Kompas.com - 10/08/2012, 14:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Situasi arus mudik di Terminal Bus Antarkota Lebak Bulus Jakarta Selatan sepekan menjelang Lebaran terpantau masih landai. Pihak perusahaan operasi (PO) bus masih menyediakan bus dalam jumlah yang sama dengan hari-hari biasa.

"Masih landai, belum ada peningkatan penumpang. PO masih siapkan jumlah bus seperti hari biasa," kata Wakil Kepala Terminal Lebak Bulus Suwarto saat ditemui Kompas.com di Jakarta Selatan, Jumat (10/8/2012) siang.

Ia menjelaskan, jumlah penumpang harian yang diberangkatkan dari Terminal Lebak Bulus mencapai 2.000 orang. Untuk itu, setiap PO rata-rata menyiapkan 2-4 bus untuk perjalanan harian.

"Ada 65 PO bus yang ada di sini. Normalnya mereka siapkan paling banter empat bus setiap hari," sambung Suwarto.

Pihaknya telah bekerja sama dengan Kepolisian Sektor Metro Cilandak untuk mendirikan posko mudik. Selain menyediakan layanan informasi bagi penumpang, pos terpadu itu juga akan berfungsi untuk melakukan pengawasan terhadap kelaikan bus beserta pengemudi, memantau perkembangan arus penumpang serta keamanan seputar terminal.

"Banyak aksi-aksi kriminal yang kerap terjadi saat penumpang lagi padat, misalnya penipuan, copet, dan pembiusan," jelas Suwarta yang juga merupakan Komandan Regu Petugas Terminal.

Posko Lebaran di Terminal Lebak Bulus akan digelar mulai H-9 atau sembilan hari sebelum Lebaran, sampai H+7 atau 7 hari setelah Lebaran. Selain dengan pihak kepolisian, Posko ini juga melibatkan PMI dan pihak asuransi Jasa Raharja.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau