Jelang idul fitri

BPOM Temukan Ribuan Pangan Bermasalah

Kompas.com - 10/08/2012, 20:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menemukan 33.149 kemasan pangan ilegal, kedaluwarsa, dan rusak selama intensifikasi pengawasan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Nilai keekonomian pangan bermasalah tersebut mencapai Rp 1,32 miliar.

Hal itu diungkapkan Kepala BPOM , Lucky S Slamet, dalam acara jumpa pers terkait hasil pengawasan produk pangan oleh BPOM di kantornya di Jakarta, Jumat (10/8/2012) ini.

Dia mengatakan, temuan itu hasil dari pemeriksaan di 2 .220 sarana distribusi pangan sampai 8 Agustus 2012. Sementara berdasarkan hasil pengawasan khusus di Jakarta selama Juli 2012, terdapat 586 item produk pangan ilegal, kedaluwarsa, dan rusak dengan total nilai keekonomian sebesar Rp 845 juta.

Di samping itu, BPOM juga melakukan sampling dan pengujian terhadap, pangan jajanan buka puasa. Dari jumlah sampel sebanyak 840 sampel, 82 persen memenuhi syarat, dan sisanya 18 persen tidak memenuhi syarat, karena mengandung bahan berbahaya yaitu formalin, boraks, Rhodamin-B, Methanyl Yellow , dan penggunaan pemanis buatan yang melebihi batas.

Menjelang Hari Raya, termasuk Idul Fitri, produk makanan yang beredar naik sekitar 20 persen sehingga BPOM meningkatkan intensitas pengawasan. "Hasil temuan pun cenderung lebih banyak ketimbang saat pengawasan rutin," ujar Lucky.

Lucky mengatakan, BPOM telah memberikan sanksi adm inis tratif berupa peringatan, perintah pengamanan di tempat, perintah pemusnahan produk bermasalah, dan penyidikan terhadap pelaku usaha yang mengedarkan produk pangan bermasalah.

Dia mengimbau jika menemukan hal yang mencurigakan terkait produk obat dan makanan dapat menghubungi Unit Layanan Pengaduan Konsumen Badan POM dengan nomor telepon 021-4263333.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau