Karbohidrat Pemberi Nutrisi Otak

Kompas.com - 11/08/2012, 08:56 WIB

Kompas.com - Karbohidrat adalah salah satu sumber gizi penting dalam makanan. Bukan hanya bagi orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Karbohidrat adalah nutrisi yang paling dibutuhkan anak untuk tumbuh kembangnya, di antaranya untuk kerja otak.

Karbohidrat berperan sebagai penyedia energi utama untuk berbagai aktivitas tubuh, memastikan protein dapat berperan sebagai zat pembangun, dan penyedia glukosa untuk optimalisasi fungsi otak. Untuk itu, kebutuhan karbohidrat mesti tercukupi.

Jangan salah persepsi tentang karbohidrat. Bagaimanapun, karbohidrat menyediakan tenaga yang dibutuhkan untuk aktivitas fisik dan agar organ tubuh berfungsi baik, selain juga merupakan bagian dari pola hidup sehat.

Dalam sistem pencernaan, karbohidrat diubah menjadi glukosa dan diolah menjadi energi. Karbohidrat meningkatkan glukosa dalam darah setelah 0,5-1 jam dikonsumsi yang kemudian akan didistribusikan ke seluruh tubuh, termasuk otak yang menjadi tujuan utama.

Setelah menyantap karbohidrat, tubuh terasa segar dan kemudian bisa berpikir dengan baik lagi. Wajar saja, mengingat glukosa menjadi salah satu nutrisi bagi otak.

Tidak seperti organ tubuh lain, otak tidak bisa menggunakan energi dari lemak. Otak hanya bisa menggunakan sumber energi dari diet dan glikogen.

"Otak hanya dapat menggunakan glukosa sebagai sumber energi. Di sisi lain, otak hanya memiliki sedikit cadangan energi. Untuk itu ketersediaan glukosa secara konstan harus tetap dijaga," kata Prof.Made Astawan, ahli pangan dari IPB.

Glukosa bisa diperoleh dari bahan alami seperti dalam gula tebu (yang mengandung sukrosa). Sukrosa di dalam tubuh akan dipecah menjadi glukosa dan fruktosa. Selain itu, ada pula isomatulosa yang senyawanya mirip sukrosa. Hanya memang perlu diingat bahwa sejumlah karbohidrat lebih baik daripada yang lain.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau