Serunya Bermain Meriam Bambu ketimbang Petasan

Kompas.com - 11/08/2012, 10:34 WIB

BULUKUMBA, KOMPAS.com — Di saat puasa, bermain petasan memang mengasyikkan. Tetapi, tidak untuk anak-anak di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Mereka lebih memilih bermain meriam bambu.

Meriam bambu, selain harganya murah, juga aman. Mainan yang enak dimainkan sambil ngabuburit ini juga bisa dimainkan secara berkelompok.

Seorang pemain meriam bambu, Fadil (12), mengaku memainkan meriam bambu setiap sore, sembari menunggu waktu berbuka puasa di tengah persawahan, bersama sembilan orang temannya.

"Ini mainnya berkelompok sehingga seru jika dimainkan ketimbang petasan. Apalagi jika suara meriamnya keras, permainan akan semakin seru," ujarnya sambil tertawa, saat berbincang dengan Kompas.com, Minggu (5/8/2012).

Untuk mendapatkan meriam bambu ini, Fadil beserta teman-temannya saling mengumpulkan uang untuk membeli bambu jenis petung yang tidak terlalu tua sepanjang 2 meter dan sedikit minyak tanah. Bambu kemudian dibagi menjadi dua, kemudian masing-masing bambu dilubangi di salah satu ruasnya sebagai tempat pemantik.

Seusai dilubangi, lubang bambu tempat pemantiknya itu kemudian diisi minyak tanah atau karbit sebagai bahan bakar untuk menghasilkan suara ledakan seperti meriam. Kalah atau menang, kata Fadil, ditentukan dari suara yang dihasilkan meriam bambu masing-masing kelompok. Jika suara meriam bambu lawan bunyinya kecil, pihak lawan lainnya akan berteriak dan kembali membalas dan membunyikan meriam bambunya. Duaaarr!!!

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau