Gempa Iran, 180 Tewas dan 1300 Cedera

Kompas.com - 12/08/2012, 04:49 WIB

KOMPAS.com - Dua gempa bumi kuat mengguncang barat laut Iran, pada Sabtu (12/8/2012). Gempa ini menyebabkan 180 orang tewas dan mencederai lebih dari 1.300 orang, demikian menurut pejabat setempat.

Gempa mengguncang penduduk yang berada di sekitar kota Tabriz dan pusat kota Ahar. Namun, sebagian besar korban justru berasal dari desa-desa terpencil.

Badan geologi AS mengatakan, gempa ini berkekuatan 6,4 dan 6,3 skala Richter. Gempa pertama terjadi pada pukul 16:53 waktu setempat dengan pusat 60 kilometer sebelah timurlaut kota Tabriz di kedalaman 9,9 kilometer.

Gempa kedua yang berukuran 6,3 skala Richter dengan pusat gempa di 49 kilometer sebelah timur laut Tabriz terjadi 11 menit kemudian dengan kedalaman yang sama.

"Gempa itu telah menciptakan kepanikan besar di antara rakyat," kata seorang penduduk Tabriz kepada BBC. "Semua orang bergegas lari ke jalan-jalan dan sirene ambulans terdengar di mana-mana."

Seperti dikutip dari Associated Press, menurut Khalil Saei, kepala panitia lokal penanganan bencana,  kota Haris dan Varzaqab di provinsi Azerbaijan Timur merupakan daerah yang banyak korban.

Pejabat setempat mengatakan setidaknya empat desa telah hancur, dan sekitar 60 desa lainnya menderita kerusakan mulai dari 50% sampai 70%.

Puluhan petugas penyelamat telah dikirim ke wilayah ini, namun penerangan yang minim telah menghambat upaya bantuan.

Para pejabat memperingatkan bahwa jumlah korban tewas mungkin meningkat.

Seperti dilansir AFP, Presiden Mahmoud Ahmadinejad melalui situs resmi kantor pemerintahan, menyatakan belasungkawa bagi mereka yang berada di zona bencana dan menghimbau otoritas setempat untuk memobilisasi semua upaya untuk membantu para korban.

Seorang pejabat provinsi telah memperingatkan masyarakat di wilayah gempa untuk tinggal di luar rumah semalam karena risiko gempa susulan.

"Keluarga saya benar-benar ketakutan. Sudah saatnya malam sekarang tapi kita tidak bisa tidur," kata penduduk bernama Tabriz Amina Zia, kepada BBC. "Gempa ini, sangat kuat dan keras. Ada sekitar 10 gempa susulan, yang berlangsung total 10 menit, " tambahnya.

Kedua gempa terjadi dalam beberapa menit berdekatan, menurut para ahli seismologi di Universitas Teheran.

Iran berada di patahan besar bumi, sehingga rentan terhadap kegiatan seismik. Pada tahun 2003, gempa bumi di kota Bam menyebabkan 25.000 orang tewas.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau