Batik di Hari Raya

Kompas.com - 12/08/2012, 09:24 WIB

Oleh Yulia Sapthiani dan Nur Hidayati

KOMPAS.com - Menjelang Lebaran, di antara busana Muslim yang menjadi favorit, batik tetap diminati. Batik tak pernah hilang dari peredaran pasar mode dan selalu muncul dengan berbagai ragam.

Dominique Diyose, Mariana Renata, dan Laura Muljadi berjalan anggun mengenakan busana berbahan batik sutra dan sifon yang ringan melayang, dengan motif bunga dalam warna-warna pastel. Mereka mengenakan batik Iwan Tirta Private Collection edisi Lebaran 2012 dalam rangkaian acara Plaza Indonesia Fashion Week di Plaza Indonesia, Jakarta, Kamis (9/8/2012).

Busana yang mereka kenakan serupa, kaftan. Namun, baju panjang yang menutupi seluruh anggota tubuh bersiluet longgar asal Persia ini dikenakan dengan cara berbeda oleh para model. Kaftan pun memunculkan gaya yang variatif.

Beberapa kaftan diberi garis pinggang tinggi hingga memperlihatkan kesan ramping pada pemakainya. Ada yang didesain dengan variasi kerut di bagian bawah dada, dengan detail bebatuan membentuk bunga, hingga muncul efek draperi. Ada pula yang dikenakan model dengan memakai ikat pinggang sebagai aksesori.

Bukan hanya gaya berbusana yang terlihat berbeda dari koleksi Iwan Tirta kali ini, melainkan juga pemilihan warna yang didominasi warna pastel, seperti warna persik, merah muda, ungu muda, dan biru muda yang lembut. Meski demikian, warna dasar hitam dengan motif buketan besar berwarna cerah tetap menjadi ciri khas koleksi rumah batik yang didirikan maestro batik bernama lengkap Nusjirwan Tirtaamidjaja (alm) ini.

Ringan, feminin

Bahan-bahan ringan yang tak membuat repot si pemakainya ketika beraktivitas di hari raya juga dipilih Parang Kencana dan Alleira. Parang Kencana, rumah batik yang berdiri pada tahun 1992, mengangkat motif bunga-bunga Indonesia, seperti bunga matahari, kecubung, dan lili.

Bahan-bahan ini diolah menjadi busana wanita bergaya modern dan kontemporer, seperti blus dengan panjang lengan hingga siku yang dikenakan bersama celana jeans. Untuk yang ingin tampil feminin, ringan, disediakan pilihan shirt dress (gaun yang meniru gaya kemeja pria) dalam beragam motif.

Dalam koleksi bertema ”Earth Blossom” ini, Parang Kencana memadukan warna-warna bumi, seperti coklat dan merah bata, dengan warna merah, biru, atau ungu yang mencolok tetapi berkesan simpel. Kesan simpel ini salah satunya muncul karena motif bunga yang berukuran kecil.

Gaya sederhana, ringan, dan cantik juga dimunculkan Alleira yang mengangkat tema ”Reflection of Purify”. Dalam balutan sutra dan sifon, pilihan gaya ada pada gaya kasual atau yang memiliki sentuhan Timur Tengah dalam model kaftan.

Kaftan kasual ala Alleira ini didesain hanya sepanjang lutut atau paling panjang sampai betis sehingga berkesan simpel dan mudah dikenakan di tubuh pemakainya. ”Kaftan masih menjadi tren. Namun, kali ini gaya kaftannya lain. Kami berusaha memunculkan kesan simpel di dalamnya,” kata Zakaria Hamzah, Manajer Operasi Alleira, ketika mengisi acara peragaan busana di Grand Indonesia.

Gaya kasual Alleira juga memadukan model blus dan tunik dengan celana panjang. Adapun variasi lain dari batik yang salah satu ciri khasnya berupa gradasi warna dalam materialnya ini adalah blus pendek yang dipadukan dengan kain yang dililit selutut.

Padu padan batik  

Tiga label batik lainnya turut memberi pilihan berbusana pada saat Lebaran nanti, dengan gaya masing- masing. Batik Flower, misalnya, menampilkan koleksi, di antaranya berupa paduan celana panjang dengan blazer sebatas pinggang yang berlengan lonceng, yang berkesan kasual. Label ini juga memadukan batik dengan bahan lain, seperti tenun dobby dalam warna-warna berani, seperti merah, merah muda, dan biru, yang dibuat menjadi tunik. Motif parang kupu-kupu tampil dominan dalam koleksi Batik Flower kali ini. Kekuatan motif tersebut tampak menonjol pada model rok-rok panjang.

Label lain, Batik Manis, antara lain menampilkan model sarung batik sebatas lutut dipadukan dengan blus brokat dalam koleksinya. Kombinasi batik dan bahan brokat cukup dominan dalam koleksi ini. Blazer panjang dengan aplikasi penuh ikut mencuri perhatian dalam koleksi Batik Manis. Aplikasi pada busana ini dibuat dari bahan batik.

Adapun Batik Kembang Sepatoe mengusung batik pekalongan dalam desain yang feminin kasual. Batik yang bercirikan warna- warna cerah ini antara lain tampil sebagai rok panjang dipadukan dengan kebaya modern yang beraksen bordir. Batik pekalongan juga tampil dalam model blus panjang sebatas lutut dengan lengan lonceng.

Konsumen batik belakangan ini menurut Ninik Indrajati dari Batik Kembang Sepatoe, memang menggemari

model kasual namun tetap feminin. Meeka menyukai warna warna cerah, seperti shocking pink, orange, hijau daun, merah. ”Mereka juga menyukai model dengan tabrak motif atau tabrak warna,” kata Ninik. 

”Selain itu, konsumen saat ini juga lebih menyukai model dress daripada blouse karena selain dapat dipakai untuk acara koktil juga dapat untuk ke kantor,” kata Ninik.

Batik memang luwes di segala acara. Juga di hari raya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau