Arus mudik

Pemudik Perlu Antisipasi Cuaca

Kompas.com - 12/08/2012, 15:17 WIB

Jakarta, Kompas - Pemudik perlu mengantisipasi kondisi cuaca selama dalam perjalanan menuju kampung halaman. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, untuk jalur pantai utara hingga sebulan ke depan suhunya mencapai 32-33 derajat celsius.

Data dari posko BMKG yang dihimpun Kompas, Sabtu (11/8), menyebutkan, potensi untuk terjadinya hujan sangat kecil. BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia baru diguyur hujan mulai Oktober mendatang.

Namun, beberapa wilayah pada bulan ini sudah memasuki masa musim hujan. Wilayah yang masuk musim hujan pada Oktober mendatang, antara lain, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, Kalimantan, Papua, dan Maluku.

Adapun wilayah yang masuk musim hujan bulan ini adalah sebagian wilayah Sumatera.

Sebelumnya, Deputi Bidang Klimatologi BMKG Widada Sulistya mengingatkan, kondisi cuaca yang panas lebih berisiko dibandingkan dengan hujan.

Bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor, kondisi cuaca yang panas bisa menjadi risiko, terutama bagi mereka yang membonceng perempuan dan anak-anak.

Kepala Kepolisian Resor Cilegon Ajun Komisaris Besar Umar Surya Fana juga mengatakan, pemudik yang menggunakan sepeda motor diimbau agar memperkirakan waktu tiba di Merak pada sore atau malam hari.

”Cuaca di Merak sekarang sedang panas-panasnya. Sementara untuk pemberangkatan sepeda motor setiap setengah jam hanya 250 motor yang bisa diseberangkan. Kami memang menyediakan tenda untuk pengguna sepeda motor yang mengantre. Tenda itu bisa menaungi 2.000-2.500 sepeda motor. Namun, dengan kondisi cuaca yang panas, tentu saja menjadi tidak nyaman,” katanya.

Hari Sabtu, kondisi di Pelabuhan Merak masih normal, belum ada lonjakan penumpang kapal penyeberangan yang signifikan.

”Kami perkirakan puncak arus mudik terjadi pada Kamis,” ujar General Manager PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan Indonesia Ferry (Persero) Cabang Utama Merak Supriyanto.

PT ASDP rencananya menyiapkan 32 kapal roll on roll off (roro) dengan kapasitas angkut mencapai 2.140 kendaraan campuran. Saat hari biasa, jumlah penumpang yang menggunakan jasa Pelabuhan Merak-Bakauheni sekitar 24.000 orang per hari. Tahun 2011, jumlah penumpang menggunakan sarana transportasi ini mencapai 3,247 juta jiwa. Tahun ini diperkirakan jumlahnya akan meningkat menjadi 3,384 juta jiwa.

Supriyanto mengatakan, pihaknya optimistis bisa memberikan pelayanan kepada para pemudik yang menggunakan Pelabuhan Merak-Bakauheni. Selain penyediaan kapal, jalan yang rusak di sekitar pelabuhan juga sudah diperbaiki meski belum permanen. Rencananya, perbaikan secara permanen akan dilakukan pada arus mudik dan balik agar pemudik bisa melakukan aktivitas dengan lancar.

”Sarana pendukung juga kami tingkatkan, seperti penambahan lahan parkir dan membuka 15 loket masuk. Sebanyak delapan loket untuk sepeda motor dan tujuh loket untuk roda empat atau lebih,” katanya.

Tanjung Priok

Di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, lonjakan jumlah penumpang juga belum terjadi. Puncak arus mudik di Pelabuhan Tanjung Priok diperkirakan terjadi pada Senin besok atau enam hari menjelang Lebaran.

Ini terjadi bersamaan dengan berlabuhnya dua kapal milik PT Pelni, yaitu KM Dobonsolo dan KM Sirimau, yang akan berlayar ke kawasan timur Indonesia.

”Sama seperti menjelang Lebaran tahun-tahun sebelumnya, jika ada kapal ke kawasan timur Indonesia, jumlah penumpang selalu melonjak,” ujar Kepala Humas Pelabuhan Tanjung Priok Sofyan Gumelar.

Menurut Sofyan, ada 22 kapal yang berangkat dari Jakarta menuju beberapa wilayah di Indonesia selama Lebaran. Pihak pelabuhan memprediksi jumlah penumpang selama arus mudik dan balik Lebaran yang menggunakan transportasi laut dari Tanjung Priok meningkat 6 persen menjadi sekitar 52.000 orang dibandingkan tahun 2011.

Jumlah pemudik yang melalui Pelabuhan Kariangau, Balikpapan, Kalimantan Timur, juga belum menunjukkan lonjakan. Pemudik diperkirakan baru tiba pada Senin besok dan puncak arus mudik terjadi pada H-4 dan H-5.

Untuk angkutan udara melalui Bandara Soekarno-Hatta, lonjakan penumpang juga belum terlihat signifikan.

Deputi Manajer Senior PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Soekarno-Hatta Bram Bharoto Tjiptadi mengatakan, peningkatan penumpang baru akan terjadi pada H-4 menjelang Idul Fitri atau Rabu mendatang.

”Kami optimistis dengan 339 pesawat yang disediakan mampu melayani penumpang yang memilih mudik menggunakan pesawat,” kata Bram.

Data Kementerian Perhubungan memperkirakan, jumlah penumpang yang menggunakan angkutan udara akan mengalami peningkatan 10 persen ketimbang tahun lalu. Tahun lalu, jumlah penumpang yang menggunakan angkutan udara mencapai 2,987 juta jiwa.

Pantura lancar

Kondisi lalu lintas di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek masih terpantau lancar. Meskipun belum ada penumpukan kendaraan, sebagian warga yang mudik sudah terlihat.

Berdasarkan pantauan Kompas, lalu lintas di Gerbang Tol Cikopo, Cikampek, Jawa Barat, masih lancar hingga sore hari. Laju kendaraan mulai tersendat menjelang petang yang didominasi truk barang dan bus.

Antrean kendaraan ini terlihat dari pertigaan Mutiara hingga Simpang Jomin, Cikampek. Sejumlah polisi tampak mengatur lalu lintas di Simpang Jomin dan Gerbang Tol Cikampek agar tidak berhenti sembarangan.

Saat meninjau pos polisi Cikopo, Kepala Biro Operasi Kepolisian Daerah Jawa Barat Komisaris Besar Martanto mengungkapkan, puncak arus mudik diperkirakan pada Kamis depan atau tiga hari menjelang Lebaran. ”Saat itu, pegawai swasta dan anak sekolah sudah libur. Kemungkinan banyak yang akan mudik berbarengan,” ujar Martanto.

Jika terjadi kemacetan di Simpang Jomin hingga Gerbang Tol Cikopo, kendaraan yang keluar gerbang tol akan dialihkan menuju Sadang agar melewati jalur tengah ke Subang. ”Ada beberapa rencana pengalihan. Jika macet semakin parah di Cikopo, lalu lintas kendaraan di dalam jalan tol akan dialihkan menuju Tol Purbaleunyi dan keluar di Gerbang Tol Sadang,” katanya.

Anan Kamaludin, petugas operasional Gerbang Tol Cikopo, mengatakan, PT Jasa Marga berencana membuka delapan atau semua gardu hanya untuk keluar gerbang tol pada Selasa mendatang karena jumlah kendaraan diperkirakan melonjak.

Menurut perkiraan PT Jasa Marga, sebanyak 39.948 kendaraan akan keluar Tol Cikopo.(ILO/APA/ADH/CHE/PRA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau