Selama Lebaran, PMI Siagakan 4.580 Relawan

Kompas.com - 13/08/2012, 11:12 WIB

 JAKARTA, KOMPAS.com — Tingginya arus mudik Lebaran tahun ini yang berpotensi menimbulkan kecelakaan diantisipasi Palang Merah Indonesia dengan menyiapkan 285 pos pertolongan pertama di jalur mudik Jawa, Bali, dan Sumatera.

Jumlah relawan yang diturunkan selama sepekan sebelum hingga setelah Lebaran mencapai 4.580 orang. Hal itu terungkap dalam apel siaga Lebaran PMI Tahun 2012 yang digelar di Kantor Pusat PMI di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (13/8/2012).

Ketua Umum PMI Jusuf Kalla memimpin apel siaga tersebut. Kalla mengatakan, potensi kecelakaan lalu lintas dalam mudik tinggi karena puluhan juta orang bergerak bersamaan dengan berbagai moda transportasi.

"Karena itu, PMI harus siaga untuk membantu pertolongan dan meminimalkan korban," katanya di hadapan para relawan. Yang termasuk relawan itu adalah juga dokter dan perawat yang disiagakan di pos-pos pertolongan pertama gabungan.

Pos-pos tersebut juga akan didukung 246 ambulans yang ditempatkan di titik-titik strategis jalur mudik, khususnya yang memiliki kerawanan tinggi. Pos pertolongan pertama ini tersebar di wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Bengkulu, Aceh, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Lampung, Riau, dan Bali.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau