Hari Ini Puncak Arus Mudik Pelabuhan Parepare

Kompas.com - 13/08/2012, 13:47 WIB

PAREPARE, KOMPAS.com - Arus mudik melalui moda transportasi laut di Kota Parepare mencapai puncaknya hari ini, Senin (13/8/2012). Ribuan penumpang tiba di Pelabuhan Nusantara Parepare. Mereka umumnya dalah tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Malaysia.

Demikian disampaikan Koordinator Posko Penanganan Angkutan Laut Lebaran Pelabuhan Nusantara Parepare, H Mahmud Tunggara, di Parepare, Senin. Ia menyebut, arus mudik yang masuk melalui pelabuhan hingga saat ini sudah mencapai 9.688 orang penumpang dari lima armada transportasi baik milik PT Pelni maupun pelayaran swasta.

"Hari ini ada dua armada yang akan bersandar, yakni KM Cattelya Express dari Nunukan dan KM Prince Soya dari Samarinda. Kami di posko intens melakukan pemantauan bagi penumpang arus mudik," ujarnya.

Sementara, dihubungi terpisah, Senin, Branch Manager Citra Niaga Mandiri (CNM), salah satu perusahaan pelayaran swasta, H Syamsul Latanro, juga mengungkapkan hal yang sama. " Hari ini saya memprediksi puncak arus mudik di pelabuhan Parepare akan terjadi," ujarnya.

Ia mengungkapkan, meski diperkirakan ada peningkatan arus mudik pada lebaran tahun ini namun jumlahnya tidak signifikan. "Memang diprediksi ada peningkatan, tetapi sangat tipis. Itu pun saya membandingkan dengan data penumpang arus mudik pada H-10, tahun lalu," katanya.

Syamsul mengatakan, penumpang arus mudik yang turun di Pelabuhan Nusantara Parepare  rata-rata adalah tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Malaysia yang pulang ke kampung halamannya untuk melaksanakan lebaran Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga.

"Penumpang arus mudik yang turun di Pelabuhan Nusanata, hampir pasti jumlahnya yang mencapai ribuan orang itu, rata-rata adalah TKI yang bekerja di Tawau, Malaysia Timur," terangnya.

Syamsul juga menyebutkan, KM Thalia miliknya, selama memasuki arus mudik, baru pertama kali sandar dengan memuat penumpang asal Nunukan  sebanyak 1.000 penumpang lebih. "Yang berangkat ke Nunukan hanya memuat penumpang sekitar 500 orang," katanya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau