Jelang idul fitri

H-4, Truk Dilarang Melintas Jalan Tol

Kompas.com - 13/08/2012, 19:20 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - PT Jasa Marga menerapkan kebijakan untuk melarang truk melintas jalan tol sejak empat hari sebelum (H-4) Lebaran. Hal itu dilakukan untuk mengurangi potensi terjadinya kemacetan lebih parah lagi.

"Sebetulnya, kami mengharapkan agar pelarangan diajukan menjadi H-7 lebaran," kata Direktur Operasi PT Jasa Marga, Hasanudin.

Namun, harapan PT Jasa Marga ternyata belum bisa diterapkan karena truk masih banyak yang masuk ke jalan tol, dan tidak bisa dialihkan.

Hingga Senin (13/8/2012) ini, masih terlihat truk berukuran kecil hingga tronton keluar masuk dari Gerbang Cileunyi.

Hari ini juga terjadi kecelakaan melibatkan truk di Kilometer 137 sekitar pukul 10.00 WIB.

Menurut catatan PT Jasa Marga, truk tersebut menabrak median jalan kemudian terguling, sehingga sempat memacetkan arus lalu lintas. Penyebabnya diduga sopir yang mengantuk. Tidak sampai dua jam kemudian, kejadian itu sudah ditangani dan lalu-lintas kembali lancar.

Data lalu-lintas kendaraan di Gerbang Cileunyi, menyebutkan, volume kendaraan belum menunjukkan kenaikan berarti, malah lebih rendah dari rata-rata pada hari biasa. Namun dari Cikampek, volume kendaraan tercatat mulai meningkat hingga 25 persen dari angka normal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau