BANDUNG, KOMPAS.com - PT Jasa Marga menerapkan kebijakan untuk melarang truk melintas jalan tol sejak empat hari sebelum (H-4) Lebaran. Hal itu dilakukan untuk mengurangi potensi terjadinya kemacetan lebih parah lagi.
"Sebetulnya, kami mengharapkan agar pelarangan diajukan menjadi H-7 lebaran," kata Direktur Operasi PT Jasa Marga, Hasanudin.
Namun, harapan PT Jasa Marga ternyata belum bisa diterapkan karena truk masih banyak yang masuk ke jalan tol, dan tidak bisa dialihkan.
Hingga Senin (13/8/2012) ini, masih terlihat truk berukuran kecil hingga tronton keluar masuk dari Gerbang Cileunyi.
Hari ini juga terjadi kecelakaan melibatkan truk di Kilometer 137 sekitar pukul 10.00 WIB.
Menurut catatan PT Jasa Marga, truk tersebut menabrak median jalan kemudian terguling, sehingga sempat memacetkan arus lalu lintas. Penyebabnya diduga sopir yang mengantuk. Tidak sampai dua jam kemudian, kejadian itu sudah ditangani dan lalu-lintas kembali lancar.
Data lalu-lintas kendaraan di Gerbang Cileunyi, menyebutkan, volume kendaraan belum menunjukkan kenaikan berarti, malah lebih rendah dari rata-rata pada hari biasa. Namun dari Cikampek, volume kendaraan tercatat mulai meningkat hingga 25 persen dari angka normal.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang