Tujuh Takjil di Denpasar Mengandung Zat Berbahaya

Kompas.com - 13/08/2012, 19:38 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com -- Setelah melakukan uji laboratorium terhadap 25 sampel jajanan buka puasa yang dijual di berbagai tempat di Denpasar, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Denpasar menemukan 7 jenis jajanan yang positif mengandung zat berbahaya Rhodamin B.

Zat kimia yang biasa digunakan untuk pewarna tekstil ini tidak ada toleransi bagi tubuh manusia karena bersifat karsinogen atau dapat memicu pertumbuhan sel kanker pada tubuh.

"Ini meresahkan kita, cuma efeknya tidak seketika jadi masyarakat kurang percaya," ujar Kepala BBPOM Denpasar Corry Panjaitan, di sela razia parsel di Denpasar, Senin (13/8/2012).

Jika dikonsumsi dalam jangka waktu lama, akan mengakibatkan kanker dan kerusakan hati. Ketujuh jenis jajanan yang positif mengandung Rhodamin B itu di antaranya mutiara dalam kolak pisang dan gula yang digunakan dalam es daluman.

Dalam razia di pasar kaget Kampung Jawa awal Ramadhan lalu, BBPOM juga menemukan zat Rhodamin B terkandung dalam kolak pisang saat melakukan uji cepat di lokasi. BBPOM akan menindaklanjuti temuan ini dengan melakukan pembinaan terhadap pedagang yang menjualnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau