Penjualan Obligasi Rekap Bank Mandiri Molor

Kompas.com - 13/08/2012, 21:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) memang berencana menjual obligasi rekapitulasi kepada dua perbankan yang telah berminat. Namun rencana tersebut mundur dari rencana semula.

Direktur Finance dan Strategy Bank Mandiri Pahala Nugraha Mansury menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih mendiskusikan dengan dua bank yang telah menyatakan minatnya, setelah perseroan mampu menjual obligasi rekap ke Standard Chartered Bank Singapore senilai Rp 1,8 triliun dan ditukar dengan kredit valas sebesar 250 juta dollar AS.
 
"Rencananya obligasi rekap tersebut dapat dijual sebelum 17 Agustus 2012, namun masih ada beberapa hal yang perlu dibicarakan lagi. Tapi kami targetkan sebelum kuartal III-2012 bisa selesai," kata Pahala selepas konferensi pers di Universitas Atmajaya Jakarta, Senin (13/8/2012).

Selain penjualan obligasi rekap ke Standard Chartered Bank Singapore, lanjut Pahala, saat ini perseroan sedang melakukan finalisasi penjualan obligasi rekap ke salah satu bank sebesar 100 juta dollar AS. Penjualan obligasi rekap itu ditukar dengan kredit valas dengan nilai yang sama.

Di sisi lain, perseroan juga sedang melakukan negoisasi dengan satu bank lain dengan mekanisme transaksi yang sama.

"Kami tetap ingin mendapatkan pinjaman valas sebesar 480 juta dollar AS hingga akhir tahun ini," tambahnya.

Karena sudah cair 250 juta dollar AS, maka tersisa dana pinjaman valas perseroan yang dibutuhkan di tahun ini sebesar 130 juta dollar AS. Dana pinjaman valas ini bisa saja dibagi dua ke dua perbankan yang sedang dalam tahap negoisasi tersebut.

Pahala menganggap bahwa kebutuhan dana pinjaman valas ini disebabkan karena perseroan ingin meningkatkan kredit valasnya. Hal itu disebabkan pertumbuhan kredit valas perseroan selama semester I-2012 hanya tumbuh 8,5 persen, menurun dibanding pertumbuhan kredit valas perseroan di kuartal I-2012 sebesar 10 persen.

Selain itu, tambahan pinjaman valas ini pun dapat mengerek target portofolio kredit valas Bank Mandiri sebesar Rp 62 triliun di akhir 2012.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau