JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk keamanan perjalanan saat arus mudik maupun arus balik, Dinas Perhubungan DKI Jakarta diminta untuk mempersiapkan dengan baik penyelenggaraan angkutan Lebaran, baik darat, laut maupun udara, serta pelayanan pos dan telekomunikasi bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik ke daerah asal.
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo meminta agar uji kelaikan kendaraan yang digunakan untuk mudik dilakukan seketat mungkin. Hal ini untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan saat perjalanan.
Tidak hanya itu, ia juga meminta kepada Kepala Terminal, Kepala Stasiun dan Kepala Pelabuhan agar bekerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk melaksanakan tes urine para pengemudi, sehingga mereka tetap bebas narkoba, dan tidak mabuk dalam menjalankan tugasnya.
"Angkutan Lebaran ini harus diawasi dengan ketat. Begitu pula dengan para sopir yang mengemudikannya. Mereka harus dalam kondisi prima, tidak mengonsumsi narkoba atau minuman keras," kata Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, saat Apel Siaga Kesiapan Arus Mudik dan Arus Balik Idul Fitri 1433 Hijriah di Monas, Jakarta, Senin (13/8/2012).
Ia juga menginstruksikan pada tiap instansi untuk melakukan perlindungan konsumen dan pengamanan penjualan tiket untuk arus mudik maupun arus balik. Untuk memastikan hal ini, ia akan berkeliling dan memantau langsung bahwa tiket yang sudah habis tersebut benar dijual habis langsung ke konsumen, atau dikuasai pihak-pihak tertentu.
"Saya akan cek ke lapangan. Jangan sampai ada konsumen atau para pemudik yang dirugikan akibat ulah semacam ini," ujar Foke.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang