Kampanye pilpres as

Romney Ambil Jarak dari Rencana Ryan

Kompas.com - 14/08/2012, 07:07 WIB

WAUKESHA, MINGGU - Antusiasme pendukung Partai Republikdi AS terhadap kandidat calon presiden Mitt Romney meningkat setelah mantan Gubernur Massachussets itu menggandeng anggota Kongres Paul Ryan sebagai kandidat calon wakil presiden.

Namun, hanya sehari setelah Romney mengumumkan penunjukan Ryan, dia mulai mengambil jarakdari rencanapemotongan anggarannegara yangselamaini diusung wakilrakyat ASberusia 42 tahun itu.

”Sayapunya rancangananggaran saya sendiri. Dan itu adalah rancangan anggaran yang akan kami jalankan,”kata Romney dalam wawancara diacara  60 Minutes distasiun televisiCBS, Minggu (12/8). Ryan juga hadir dalam wawancara itu.

Ryan, yang kini menjabat sebagaiKetua KomiteAnggaran DPR AS, dikenalluas sebagai pengusung proposal pemotongan anggaran belanja negara, teruta- materkait programtunjangan kesehatan Medicare dan Medi- caid. Medicareadalah program asuransi kesehatan pemerintah bagiwargaberusia diatas65 tahun, sementara Medicaid ada- lah program layanan kesehatan bagi warga miskin AS.

Romney memilih Ryan dengan harapan akan mendapat dukung- an dari basissimpatisan Partai Republik, yaknikelompok kon- servatif yangmenginginkan pe- merintahanyang rampingdan pajak yangrendah. Selamaini banyak tokohRepubliken ber- pendapat Romney takakan bisa memenangkan kursi presiden dengan hanyamenjual penga-lamannyasebagai seorangpebisnis sukses.

Tak populer

Namun,usulan Ryanme-mangkas anggaran Medicare dan Medicaid ini berisiko tidak populerdi negara-negarabagian yang memilikipopulasi besar wargausia lanjut,sepertiPenn- sylvania, Florida, dan Ohio. Isu tersebut juga bisa memberi amu- nisikepada rivalpolitikmereka di Partai Demokrat untuk me- nuduh mereka tidak berpihak kepada rakyat miskin.

David Axelrod, pakar strategi politikPartai Demokratdanpe- nasihat senior kampanye Pre- siden Barack Obama, menga- takan, rancangan anggaran Rom-ney-Ryan itu hanya akan me- nyenangkan pihak-pihak terten-tudi PartaiRepublik,”Tet a p i rancangan ituakan membawa masalahbagi semuapihaklain, sepertikelompok kelasmenengah, warga usia lanjut, dan mah a s i swa , ”tutur Axelrod.

Disebabkan risiko itulah Romney tidakserta-merta mendukung rancangan anggaran versi Ryan. Dalam acara 60 Minutes itu, baik Romney maupun Ryan menegaskantidak akanadaper- ubahanmanfaat kesehatanbagi warga usia lanjut.

”Apa yang telah saya bicarakan denganPaul Ryanadalahbagai- mana menyelamatkanMedicare, yaknimemberi wargapilihan yanglebih luasdalamMedicare. Tak ada perubahan bagi warga usia lanjutsaat iniatau bagi mereka yang sudahhampir pen- siun,”kata Romney.

Ryan bahkanmenceritakan bahwa ibunyayang tinggaldi Florida adalahsalah satuwarga usia lanjut yang mendapat banyak manfaat dari Medicare.

Meskiakan sedikitmenggeser temakampanye keperdebatan soal defisit anggarannegara dan tingginya utangnegara, pemilihan Ryan didugatak akan berpengaruh besar terhadap isu utamayang melingkupipemilihan presiden AS tahun ini. Tema utama itu adalahlemahnya perekonomian dan tingginya tingkat pengangguran di AS.

Tiga bulan menjelang hari pemungutan suara, Obama masih unggul di berbagai jajak pendapat dibandingkan Romney.Namun, di negara-negara bagian tempat massamengambang terjadiper- saingan ketat antara Romney dan Obama.

Penunjukan Ryansebagai calon wapres Romney juga terlihat meningkatkan dukungandari kalangan pendukung Partai Republik. Dalam kampanye di kota Waukesha, Negara Bagian Wisconsin—tempat Ryan b e r a sa l —ribuanorang hadir.Pihak penyelenggara mengklaim ada 13.000 orang yang hadir me- nyambut Ryan dan Romney. ( A F P/ R E U T E R S /A P/ D H F )

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau