TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melarang pejabat di satuan kerja pemerintah daerah (SKPD) menggunakan mobil dinas untuk dipakai dalam perjalanan mudik pada Lebaran 2012. Berbagai risiko bisa dihindari jika kendaraan tersebut tetap ditinggal di tempat yang aman.
”Kendaraan dinas itu diberikan kepada para pejabat di SKPD untuk menunjang kinerja sebagai pegawai. Bukan kepentingan pribadi. Jadi tidak untuk dibawa mudik,” jelas Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie usai rapat Forum Pimpinan Daerah Tangsel di Serpong, Senin (13/8/2012).
Rapat tertutup itu dipimpin Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany.
Meski tak dibawa mudik, lanjut Benyamin, bukan berarti kendaraan dinas itu dibiarkan begitu saja. Pemilik yang dipercayakan memegang kendaraan dinas itu harus bertanggung jawab dengan menyimpannya di tempat aman.
Lahan terbatas
Secara terpisah, Sekretaris Kota Tangsel Dudung E Diredja mengatakan, lahan parkir di kantor Pemkot Tangsel tak mampu menampung seluruh kendaraan dinas yang dipinjamkan kepada pejabat di SPKD. ”Dianjurkan kepada mereka yang memegang mobil dinas untuk menitipkan kepada orang yang bisa dipercaya yang tidak bepergian,” kata Dudung.
Benyamin menjelaskan, sanksi akan diberikan bagi mereka yang melanggar ketentuan.
Dalam jumpa pers itu, Wakil Kepala Polres Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Jakub Prajogo mengatakan, selama operasi Ketupat Jaya semua anggota polisi tak ada yang libur atau cuti. ”Seluruh petugas diperbantukan untuk menjaga keamanan, termasuk permukiman penduduk, kawasan perumahan, perkantoran, dan pusat perbelanjaan,” jelas Jakub.
Selain polisi, lanjut Jakub, pihaknya meminta agar pasukan pengamanan masyarakat swakarsa (pamswakarsa), termasuk sistem keamanan lingkungan (siskamling).
”Pamswakarsa dan siskamling menjadi tanggung jawab camat dan lurah serta masyarakat sekitar,” ujar Jakub.
Terkait maraknya perampokan, Kepala Polsek Pamulang Komisaris Muhammad Nasir mengakui jika Pamulang salah satu wilayah yang rawan perampokan. (PIN)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang