Kurang Mineral Picu Hipertensi

Kompas.com - 14/08/2012, 13:42 WIB

Kompas.com - Tekanan darah tinggi alias hipertensi sering disebut sebagai pembunuh diam-diam karena kehadirannya kerap tanpa gejala, namun pada saat yang sama meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal, dan masih banyak lagi.

Kebanyakan penderita hipertensi mendapatkan obat yang diresepkan untuk menurunkan tekanan darah. Beberapa jenis obat hipertensi memang cukup efektif, tetapi memiliki efek samping seperti gangguan ereksi, kelelahan, kram di kaki, insomnia, sakit kepala, hingga gangguan lambung.

Sebenarnya ada cara-cara alamiah untuk menurunkan tekanan darah, misalnya menjaga pola makan yang sehat, olahraga teratur, dan mencukupi kebutuhan mineral tertentu seperti magnesium.

Magnesium sering tidak dikenal manfaatnya bagi kesehatan jantung dan penurun hipertensi. Dalam sebuah studi meta analisis terhadap 23 studi yang melibatkan 1.173 pasien tentang manfaat magnesium, diketahui mereka yang mengonsumsi suplemen magnesium mengalami penurunan tekanan sistolik sekitar 3-4 mmHg dan diastolik 2-3 mmHg.

Meski penurunannya tidak besar tetapi penurunan tersebut cukup signifikan untuk mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke.

Gaya hidup yang tidak sehat, stres, pola makan kurang bergizi, serta terlalu banyak konsumsi kalsium bisa menyebabkan tubuh kekurangan magnesium.

Sebenarnya kita bisa mencukupi kebutuhan tubuh akan magnesium melalui makanan yang bergizi, seperti sayuran hijau, seafood, tahu, beras merah, kacang-kacangan, buah pisang, dan masih banyak lagi.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau