Pemadam Kebakaran Terbanyak Ada di Pontianak

Kompas.com - 14/08/2012, 19:08 WIB

PONTIANAK, KOMPAS.com -- Kota Pontianak, Kalimantan Barat, memiliki 13 yayasan pemadam kebakaran swasta dengan jumlah kendaraan pemadam sekitar 50 unit. Jumlah itu merupakan jumlah pemadam kebakaran terbanyak di Indonesia. Relawan pemadam kebakaran swasta itu mencapai sekitar 2.000 orang.

Ketua Forum Komunikasi Kebakaran Pontianak Ateng Tanjaya mengatakan, keberadaan pemadam kebakaran swasta itu melengkapi keberadaan pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota Pontianak.

Menurut Ateng, yayasan pemadam kebakaran terus bertambah karena potensi kebakaran di Kota Pontianak cukup tinggi. "Dari mana kendaraan pemadam dan operasional pemadaman? Itu selalu ditanyakan kepada kami. Kami punya filosofi: yang mampu keluar dana, yang belum mampu keluar tenaga. Jadi, ada yang sumbang dana, ada yang sumbang tenaga," kata mantan Ketua Badan Pemadam Api Siantan tahun 1984-1996 itu.

Setiap kali terjadi kebakaran di Kota Pontianak, yang paling mencolok adalah peran para relawan dari yayasan-yayasan itu yang sigap mengatur semua hal. Ada yang mengatur arus mobil pemadam kebakaran ke lokasi, ada yang mengurus pemadam pertama di lokasi, dan ada yang mengatur pengambilan air di parit.

Potensi kebakaran di Kota Pontianak sangat tinggi. Suatu saat, pernah terjadi tiga kali kebakaran di tiga lokasi berbeda dalam satu malam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau