Tidak Sesuai KTP, Ribuan Tiket Dinyatakan Hangus

Kompas.com - 14/08/2012, 22:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ribuan tiket penumpang yang akan berangkat dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, dinyatakan hangus. Hal tersebut dikarenakan nama atau identitas penumpang tidak sesuai dengan yang tertera pada tiket.

"Sejak tanggal 9-14 Agustus 2012, tercatat sebanyak 4.100 tiket dinyataka hangus," ujar Kepala Operasi Wilayah I PT Kereta Api Indonesia (KAI) Mateta Rijalhulaq di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Selasa (14/8/2012).

Mateta menjelaskan, sebagian besar tiket tersebut merupakan tiket ekonomi. Namun dari total jumlah tiket yang hangus tersebut juga ada tiket untuk kelas komersial.

Menurut Mateta, tiket yang hangus tersebut biasanya merupakan tiket yang berasal dari calo. PT KAI sendiri juga telah melakukan sosialisasi sejak tanggal 1 Juli 2012 lalu.

"Kami tidak akan mentolerir tiket penumpang yang identitasnya tidak sesuai dengan KTP. Kita kan sudah melakukan sosialisasi dari jauh-jauh hari," tambahnya.

Ia juga menambahkan bahwa pihak pengelola stasiun tidak menerima alasan apapun terkait tiket yang tidak sesuai dengan kartu identitas. Untuk alasan tiket yang dibeli saudara, PT KAI masih bisa mentolerir dengan catatan menunjukan kartu keluarga.

"Kalau memang dibeli saudara, kita bisa tolerir jika ada Kartu Keluarga (KK)," katanya menegaskan.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau