Aktivis Malaysia Protes Undang-undang Internet

Kompas.com - 15/08/2012, 03:22 WIB

KUALA LUMPUR, KOMPAS,com - Para aktivis dan penulis blog di Malaysia menyerukan aksi protes hari Selasa (14/08) untuk menentang apa yang mereka sebut upaya pemerintah membatasi kebebasan berpendapat.

Dalam aksi ini, mereka mengganti halaman depan situs mereka di internet dengan layar hitam, berisi pesan penentangan terhadap undang-undang yang direvisi.

Dalam undang-undang tersebut dinyatakan bahwa warga Malaysia bertanggung jawab terhadap muatan fitnah yang diterbitkan dari komputer mereka, perangkat bergerak, dan jaringan internet, termasuk ketika perangkat ini dibobol.

Satu lembaga jurnalisitik di Malaysia, Centre for Independent Journalism, kepada kantor berita AFP mengatakan, perubahan ini dilakukan dengan tergesa-gesa tanpa mempertimbangkan partisipasi dan kepentingan publik.

Diminta dibatalkan

Premesh Chandran, pendiri situs berita Malaysiakini mengatakan tanggung jawab yang harus dipikul para pengguna internet ini tidak adil.

"Jika komentar-komentar fitnah ada satu blog, maka pemilik blog bisa diajukan ke pengadilan atau dituduhan melakukan pencemaran nama baik," kata Chandran dalam pernyataan di situs tersebut.

Para aktivis dan penulis blog mendesak perubahan undang-undang ini dibatalkan sama sekali.

Para aktivis mengatakan perubahan undang-undang ini ditujukan untuk membungkam para pengkritik pemerintah, menjelang diadakannya pemilihan umum, tuduhan yang dibantah oleh para pejabat Malaysia.

Wartawan BBC di Kuala Lumpur, Jennifer Pak, mengatakan internet berperan penting mendorong para pemilik suara tidak lagi mendukung koalisi pemerintah.

Media online juga membongkar berbagai skandal korupsi para pejabat partai-partai yang berkuasa, kata wartawan BBC.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau