Krisis suriah

Kekuasaan Assad Makin Menipis

Kompas.com - 15/08/2012, 05:37 WIB

REYHANLI, KOMPAS - Kekuasaan Presiden Bashar al-Assad di Suriah dilaporkan makin menipis. Saat ini, Assad dikabarkan hanya memegang kekuasaan tak lebih dari sepertiga wilayah negara itu.

Kebenaran laporan tersebut masih sulit dikonfirmasi karena Suriah masih tertutup dan berbahaya bagi wartawan asing. Namun, wartawan Kompas Musthafa Abd Rahman yang berada di kota Reyhanli, di perbatasan Turki dan Suriah, menemukan indikasi pudarnya kendali kekuasaan rezim Assad tersebut.

Pernyataan soal semakin lemahnya kekuasaan Assad itu disampaikan mantan perdana menteri Suriah yang membelot, Riyad Hijab, dalam konferensi pers di Amman, Jordania, Selasa (14/8).

”Rezim (Assad) di ambang kehancuran, baik dari segi semangat maupun finansial, saat tindakan militernya terus meningkat. Daerah yang masih dikendalikan rezim tak lebih dari 30 persen wilayah Suriah,” ujar Hijab, yang menjadi pejabat tertinggi di pemerintahan Assad yang membelot sejauh ini.

Pembatasan terhadap akses media di negara itu menyebabkan dunia luar kesulitan melakukan verifikasi seberapa banyak wilayah Suriah yang telah dikuasai pihak oposisi. Namun, sebagian besar kota di sepanjang jalur jalan raya utama Suriah, dari Aleppo di utara hingga Deraa di selatan, telah dilanda gelombang pertempuran antara tentara pemerintah dan pasukan oposisi.

Kemah kosong

Pantauan Kompas dari Reyhanli di wilayah Turki menunjukkan bahwa perbatasan kedua negara itu tidak lagi dijaga pasukan perbatasan Suriah. Kemah-kemah pasukan perbatasan Suriah yang berada di seberang perbatasan terlihat tak lagi ditinggali.

Pintu perbatasan Bab al-Hawa di dekat kota Reyhanli terlihat dikuasai sepenuhnya oleh Tentara Pembebasan Suriah (FSA) dari pihak oposisi. Padahal, pintu perbatasan itu terletak antara Provinsi Idlib dan Aleppo, yang merupakan provinsi terpanas dalam pertempuran antara pasukan pemerintah dan oposisi.

Suasana di Reyhanli juga terlihat seperti di Suriah. Mobil bernomor polisi Aleppo, Suriah, yang hanya berjarak satu jam perjalanan, terlihat berlalu-lalang. Di pintu gerbang Cilvegozu, timur kota Reyhanli, pasukan perbatasan Turki tampak mempermudah warga Suriah yang ingin menyeberang ke Turki. Suasana pintu gerbang juga tidak terlalu ramai.

Semakin lemahnya kekuatan rezim juga dilaporkan di Deir al-Zor, bagian timur Suriah. Saat kekuatan tentara pemerintah dipusatkan untuk mengusir pasukan oposisi di Damaskus dan Aleppo, pihak oposisi masih terus menguasai Deir al-Zor.

Pasukan pemerintah terus membombardir kota di dekat perbatasan Irak itu dengan meriam-meriam artileri yang ditempatkan di tengah gurun. Namun, tentara rezim tak kunjung bisa mengambil alih Deir al-Zor, yang dikuasai segelintir pasukan oposisi yang terpecah-pecah, karena kekurangan jalur pasokan logistik.

Tekanan diplomatik internasional terhadap pemerintahan Assad juga semakin besar. Negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) berencana mencabut sementara keanggotaan Suriah dalam Konferensi Tingkat Tinggi OKI di Mekkah, Arab Saudi, 14-15 Agustus. (Reuters/AP/AFP/DHF)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau