Banyak Penumpang KA Harus Ganti Nama di Tiket

Kompas.com - 15/08/2012, 11:44 WIB

SOLO, KOMPAS.COM - Penumpang kereta api di yang datang  ke Stasiun Purwosari, Solo, Jawa Tengah, harus berurusan dengan petugas stasiun yang memeriksa kecocokan tiket yang dibeli dengan kartu identitas mereka. Tidak sedikit calon penumpang harus mengganti data tiket atau mengambil kartu tanda penduduk (KTP) mereka yang tertinggal.

Salah satunya dialami oleh Imam Mukti Prabowo, calon penumpang asal Purwokerto. Dia harus mengganti nama yang tertera pada tiketnya tidak sesuai dengan KTP-nya. Setelah diperiksa petugas, Imam mengaku tiket itu dibelikan temannya dan atas nama temannya tersebut.

"Saya tidak tahu kalo ada sistem baru yang mengharuskan data tiket harus sesuai dengan KTP, saya nitip dibelikan temen saya, dan atas nama dia" katanya kepada Kompas.com, Rabu (15/8/2012).

Sementara itu, menurut Kepala Stasiun Purwosari Solo, Bakti Sulistyo, sistem boarding pass diberlakukan untuk mencegah adanya praktik calo tiket dan demi menjamin kenyamanan penumpang. Kasus yang sering ditemui adalah tidak sesuainya nama tiket dengan identitas penumpang.

Petugas pun mengimbau para calon penumpang untuk mengganti dengan yang baru tanpa dikenai biaya, namun apabila yang calon penumapng baru membeli 30 menit sebelum jam keberangkatan, tiket dianggap hangus.

Untuk tiket yang masih lama hari keberangkatannya dan batal digunakan dikembalikan 75 persen sesuai ketentuan yang berlaku. "Sosialisasinya sudah dua bulan ini, dan setiap harinya jumlah kasusnya menurun," katanya.

Sementara itu, sistem boarding pass ini sudah mulai disosialisasikan sejak 1 Juni, dan mewajibkan calon penumpang untuk menunjukan KTP saat membeli di loket kereta api. "Praktek calo tiket yang merugikan penumpang diharapkan bisa teratasi dengan sistem ini" ungkap Bakti.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau