Gelar Mudik Gratis, BNI Gelontorkan Rp 4,6 Miliar

Kompas.com - 15/08/2012, 11:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menggelar mudik gratis kepada 6.600 nasabahnya ke 10 kota tujuan di Pulau Jawa dan Sumatra. Untuk menggelar mudik gratis ini, BNI merogok kocek sebesar Rp 4,6 miliar.

Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo menjelaskan program mudik gratis ini sudah dilakukan sejak 2005. "Peserta Program Rejeki Mudik BNI 2012 merupakan nasabah yang telah mendaftar di kantor cabang di wilayah Jabodetabek dengan syarat dan kriteria tertentu, seperti jangka waktu menjadi nasabah dan jumlah saldo," kata Gatot di Parkir Timur Senayan Jakarta, Rabu (15/8/2012).

Pemberangkatan peserta mudik dengan menggunakan bus diselenggarakan pada Rabu (15/8/2012) di Parkir Timur Senayan, Jakarta. Peserta mudik dilepas langsung oleh Menteri perhubungan, E.E. Mangindaan, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dan Direktur Utama BNI, Gatot M Suwondo.

Sementara, pemberangkatan dengan kereta api diselenggarakan pada hari Kamis (16/8/2012) di Stasiun Gambir mulai pukul 19.30 WIB.

Gatot juga menambahkan, program mudik bersama merupakan bentuk apresiasi BNI kepada nasabah setia yang hendak merayakan Hari Raya Idul Fitri di kampung halamannya. BNI berupaya untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan para nasabah dalam perjalanan mudiknya.

"Program mudik ini juga merupakan wujud tanggung jawab sosial BNI dalam membantu pemerintah menanggulangi permasalahan mudik melalui penyelenggaraan mudik secara teratur dan terkoordinir," lanjut Gatot.

Kali ini BNI menyediakan 110 armada bus AC eksekutif yang akan memuat 6.000 orang. Selain itu, juga disiapkan 12 gerbong kereta api eksekutif untuk 600 peserta mudik. Sehingga, total seluruh peserta berjumlah .6600 orang. Jumlah ini meningkat dari tahun lalu yang berjumlah 6.000 peserta.

Masih sama dengan tahun lalu, untuk pemberangkatan kereta api, ada tiga kota tujuan yakni Surabaya, Yogyakarta, dan Solo. 8 gerbong akan diberangkatkan ke Solo dan Yogyakarta, serta 4 gerbong menuju ke Surabaya.

Sementara, untuk transportasi bus, BNI memfasilitasi keberangkatan ke tujuh kota tujuan di pulau Jawa, yakni Cirebon, Semarang, Purwokerto, Yogyakarta, Solo, Surabaya, dan Malang. Adapun tiga kota tujuan lainnya berlokasi di Sumatera, yakni; Lampung, Palembang, dan Padang. Kota Padang sendiri merupakan rute yang baru ada tahun ini.

Mudik gratis Hongkong dan Singapura

Tahun ini, selain memberangkatkan pemudik dari Jakarta, BNI juga mengadakan program mudik gratis bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berada di Hongkong dan nasabah BNI di Singapura.

Bagi TKI yang berada di Hongkong dan melakukan pengiriman uang atau menabung di BNI, dapat mengikuti program yang nantinya akan dipilih melalui proses pengundian. BNI Hongkong menyediakan 46 voucher yang dapat ditukarkan dengan tiket penerbangan dengan rute Hongkong-Jakarta PP (return ticket), sehingga total voucher yang disediakan berjumlah 92.

Sementara itu, untuk program mudik gratis di Singapura, setiap nasabah yang datang bertransaksi di BNI Singapura periode Maret-Juni 2012, akan mendapatkan kupon undian yang nantinya akan dimasukkan ke dalam box undian.

Program mudik gratis BNI Singapura telah berlangsung sejak tahun 2009. Tahun ini BNI menyediakan 46 tiket pesawat Singapura-Jakarta PP untuk para nasabah setia di Singapura.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau