Jatuhnya Korban Jiwa karena Pelanggaran Lalu Lintas

Kompas.com - 15/08/2012, 16:19 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Wakapolri Komisaris Jenderal Nanan Sukarna menjelaskan bahwa jatuhnya korban jiwa selama arus mudik Lebaran 2012 hingga H-4 lebih banyak disebabkan pelanggaran dalam berlalu lintas. Polisi pun kerap kena getahnya.

Nanan mengatakan hal itu sewaktu memimpin rapat dengan kapolres di sepanjang jalur selatan Jawa Barat di Pos Nagreg, Rabu (15/8/2012). Dia mengatakan, korban jiwa selama tiga hari berlangsungnya arus mudik mencapai 130 jiwa lebih.

Penyebab pertama dituturkan Nanan adalah pengemudi yang melanggar etika berlalu lintas ataupun rambu-rambunya. Ada pula pengendara yang sudah mematuhi aturan, tetapi kurang waspada terhadap pengendara lain yang melanggar.

"Faktor teknis juga berperan, seperti kondisi kendaraan," ujar Nanan.

Oleh karena itu, dia mengimbau kepada pemudik untuk memeriksa betul kesiapan kendaraan mereka sebelum dibawa pulang ke kampung halaman.

Selain itu, kepolisian juga mengupayakan mudik menjadi lancar dengan menyiagakan unit sepeda motor untuk mengurai kemacetan. Begitu pula dengan penambahan anggota di lapangan untuk mengantisipasi jalur rawan kecelakaan.

Selain kepada pengguna mobil pribadi, imbauan tersebut juga ditujukan kepada perusahaan otobus agar memeriksa kesiapan komponen kendaraan sehingga kondisinya prima saat mengangkut penumpang. Pasalnya, kecelakaan bus bisa mengancam banyak nyawa yang ada di dalamnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau