Polri Akan Periksa Irjen Djoko Minggu Ini

Kompas.com - 15/08/2012, 16:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim Polri) akan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap mantan Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Djoko Susilo atas kasus dugaan korupsi simulator SIM di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri. Pemeriksaan Djoko dijadwalkan minggu ini.

"Kami dengar akan ada pemeriksaan lanjutan saksi DS. Kemungkinan minggu ini, rencana mengambil keterangan saksi lagi untuk Pak DS," terang Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen (Pol) Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Rabu (15/8/2012). Namun, Boy mengaku belum mengetahui jadwal pasti pemeriksaan atas jenderal bintang dua itu.

Dalam kasus ini Djoko telah ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Saat menjabat sebagai Kepala Korlantas Polri ia diduga menyalahgunakan kewenangannya sehingga menimbulkan kerugian negara atau menguntungkan orang lain.

Ia juga disebut-sebut menerima aliran dana miliaran rupiah dari Direktur Utama PT Inovasi Teknologi Indonesia (PT ITI) Sukotjo S Bambang. Djoko dijerat dengan Pasal 2 Ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Sebelumnya, Polri juga mengaku telah memeriksa saksi kunci kasus tersebut, yakni dua sekretaris pribadi Djoko Susilo saat menjabat sebagai kepala Korlantas Polri. Keduanya adalah Tiwi dan Onik, yang diperiksa di Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (10/8/2012). Diketahui, keduanya tengah menjalani pendidikan sebagai calon perwira kepolisian di Sekolah Pembentukan Perwira Polri.

Kemudian, penyidik Polri juga memeriksa Sukotjo S Bambang di Bandung, Jawa Barat, Senin (13/8/2012). Selain itu, penyidik Bareskrim juga telah memeriksa 17 saksi untuk tersangka Brigjen (Pol) Didik Purnomo. Kemudian untuk Sukotjo S Bambang sebanyak 17 orang saksi, Budi Susanto 25 saksi, dan Komisaris Legimo sebanyak 19 orang saksi. Sedangkan untuk Ajun Komisaris Besar Teddy Rusmawan sebanyak 17 orang saksi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau