Harga Daging Naik Bukan karena Stok Tak Ada

Kompas.com - 15/08/2012, 17:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso menegaskan bahwa stok daging sapi berlimpah sekarang ini. Jadi, menurut dia, adanya kenaikan harga menjelang Lebaran bukan karena kekurangan stok, melainkan pola musiman.

"Jadi jangan selalu dikaitkan harga naik menjelang Lebaran itu dengan stok yang tidak ada. Sekarang stoknya berlimpah kok," sebut Sutarto di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Rabu (15/8/2012).

Menurut dia, harga daging sapi normalnya Rp 75.000 per kilogram. Sekarang harga sudah beranjak ke harga Rp 80.000. Permintaan pun diprediksi mencapai puncaknya pada H-2.

Kenaikan harga, kata Sutarto, bukan karena masalah persediaan daging. Stok daging justru berlimpah.

"Dugaan kita bukan pada persoalan penyediaan. Itu sudah tren. Mau bertumpuk-tumpuk daging sapi tetap (harga) naik," tegas dia.

Disebutkan dia, biasanya, pada H-1 harga daging akan melambung tinggi. Tetapi sore harinya harga daging sudah normal kembali. Bahkan setelah Lebaran, harga akan kembali lagi ke Rp 75.000 hingga Rp 80.000.

"Jadi mungkin harapan kita mentoknya Rp 90.000. Jangan sampai di atas Rp 90.000 atau di atas Rp 100.000. Itu nggak mungkin," tegasnya.

Sutarto mengaku telah mengecek pendistribusian daging dan tidak menemukan adanya masalah. Jumlah sapi yang siap potong (stand-by) ratusan ribu ekor.

"Artinya stand-by dia tidak perlu dipotong kecuali ada macam-macam, artinya ada stok emergensi-lah yang bisa dipakai," tuturnya.

"Jadi nggak usah khawatir kalau harga naik, ya tidak selalu dikaitkan dengan masalah stoknya. Itu masalah psikologis tahunan," tandas dia.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau