Kekeringan

Wilayah Samarinda dan Balikpapan Kategori Ekstrem Tinggi

Kompas.com - 15/08/2012, 18:52 WIB

BALIKPAPAN, KOMPAS.com-Dari 14 kabupaten/kota di provinsi Kalimantan Timur, selama Agustus 2012 tercatat dua daerah yang indeks kekeringannya dikategorikan ekstrim tinggi, yakni Kota Samarinda (1.851) dan Tanjung Redeb Kabupaten Berau (1.891). Posisi ekstrem tinggi, jika indeks kekeringan daerah, angkanya di atas 1.749.

Secara umum, bisa dikatakan bahwa daerah yang indeks kekeringannya tinggi dan ekstrem, biasanya daerah penambangan batubara, atau lahan gambut. "Ada potensi api tersimpan di dalam tanah yang ketika dipancing, misalnya oleh angin atau cuaca kering, bisa menimbulkan kebakaran," kata Juli Budi Kisworo, Kepala Seksi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Balikpapan, Rabu (15/8/2012).

Tingginya Indeks Kekeringan dipicu sejumlah faktor, seperti curah hujan, suhu, dan karakteristik daerah. "Indeks kekeringan yang tinggi menunjukkan tingginya potensi kebakaran di daerah tersebut. Daerah- daerah yang indeks kekeringannya tinggi, terus kami pantai," katanya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau