Pemasangan Foto Korban Kecelakaan Dikecam

Kompas.com - 16/08/2012, 16:24 WIB

TULUNGAGUNG, KOMPAS.com - Pemasangan gambar "sadis" korban-korban kecelakaan di latar posko "Masjid Bintang" Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur menuai kecaman dari masyarakat.

"Mungkin maksudnya baik, untuk shock therapy bagi pengguna jalan. Tetapi saya kira foto-foto itu sudah melanggar kode etik serta azas kepatutan masyarakat," kritik Tri Yulik, seorang fotografer senior di Kabupaten Trenggalek, Kamis (16/8/2012)

Ia secara khusus menyoroti penayangan gambar korban kecelakaan dengan luka-luka terbuka. Selain dinilai terlalu vulgar, pemasangan gambar sadis itu dikhawatirkan menimbukkan efek negatif terhadap masyarakat yang melihatnya, terutama anak-anak.

Apalagi lokasi posko yang menjadi sentral pemantauan arus mudik maupun balik Idul Fitri 1433 Hijriah tersebut terletak persis di depan Masjid Baiturrahman, Kota Trenggalek.

Lokasi posko yang strategis membuat banyak warga dari segala usia, terutama setiap menjelang buka puasa, shalat tarawih, maupun sesudahnya, dengan mudah bisa mengakses gambar sadis tersebut setiap waktu.

"Secara psikologis foto-foto itu memang sangat mengganggu. Jangankan anak-anak, saya saja serasa mau muntah melihat gambar-gambar itu. Sungguh menjijikkan," kecam Ermiko, pemuda asal Desa Karangan, Kecamatan Karangan.

Total ada sekitar 15 foto kecelakaan yang dipasang di latar posko "Masjid Bintang" Kabupaten Trenggalek. Dari jumlah itu, separuh lebih di antaranya merupakan gambar langsung korban kecelakaan dalam ukuran cukup besar. Beberapa foto tampak jelas memperlihatkan pemandangan utuh tubuh korban yang tercabik-cabik setelah terlibat kecelakaan lalu lintas.

Dikonfirmasi mengenai pemasangan gambar tersebut, Kassubag Humas Polres Trenggalek, AKP Siti Munawaroh berdalih, tujuan mereka adalah untuk memberi peringatan pada semua elemen masyarakat.

Timbulnya efek cemas setelah melihat gambar korban kecelakaan itu diharapkan membuat para pengguna jalan lebih berhati-hati dalam berkendara, tidak hanya selama masa mudik dan balik Lebaran, tetapi dalam setiap kesempatan berkendara demi menghindari risiko terjadinya insiden lalu lintas di jalan raya.

"Ya itu tujuannya untuk shock therapy agar masyarakat berhati-hati," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau