Bertemu di Istana, SBY-JK Tak Bicara Bank Century

Kompas.com - 16/08/2012, 16:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Meskipun secara khusus ada pertemuan empat mata di Kompleks Istana, Jakarta, Kamis (16/8/2012) siang, baik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono maupun mantan Wakil Presiden M Jusuf Kalla yang bertemu sekitar sejam sama sekali tak menyinggung kasus Bank Century.

Khususnya soal kesaksian mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar soal adanya rapat antisipasi krisis ekonomi keuangan tahun 2008 secara hukum yang dipimpin Presiden Yudhoyono di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta.

"Saya sendiri lupa soal rapat tersebut, karena memang saya sendiri tidak tahu ada rapat tersebut," ujar Kalla kepada Kompas, Kamis siang ini di Jakarta.

Menurut Kalla, dari 10 rapat yang dia dengar soal antisipasi krisis ekonomi keuangan di Istana, hanya dua yang ia tahu. "Dan, rapat itu saya tidak diundang," tambahnya.

Kalla mengaku, sejak awal sikapnya keras terhadap rencana pemerintah yang akan melakukan bail out bank dengan berbagai langkah sepihak. Sebut saja dari dikeluarkannya peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) krisis ekonomi hingga keinginan blunket guaranttee terhadap dana nasabah. "Oleh karena saya selalu menolak perpu maupun blunket guaranttee, saya tak pernah tahu ada rapat seperti itu," lanjutnya.

Ditanya tentang materi pertemuannya dengan Presiden Yudhoyono soal Bank Century, Kalla menjawab, "Presiden sendiri tak menyinggung soal Bank Century. Kita bicara soal bantuan kemanusiaan kepada etnis minoritas Rohingya di Myanmar," jelas Kalla.

Tentang waktu pertemuannya dengan Presiden Yudhoyono setelah Presiden berpidato soal kesaksian Antasari, Kalla menyatakan hanya kebetulan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau