JAKARTA, KOMPAS.com — Meskipun secara khusus ada pertemuan empat mata di Kompleks Istana, Jakarta, Kamis (16/8/2012) siang, baik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono maupun mantan Wakil Presiden M Jusuf Kalla yang bertemu sekitar sejam sama sekali tak menyinggung kasus Bank Century.
Khususnya soal kesaksian mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar soal adanya rapat antisipasi krisis ekonomi keuangan tahun 2008 secara hukum yang dipimpin Presiden Yudhoyono di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta.
"Saya sendiri lupa soal rapat tersebut, karena memang saya sendiri tidak tahu ada rapat tersebut," ujar Kalla kepada Kompas, Kamis siang ini di Jakarta.
Menurut Kalla, dari 10 rapat yang dia dengar soal antisipasi krisis ekonomi keuangan di Istana, hanya dua yang ia tahu. "Dan, rapat itu saya tidak diundang," tambahnya.
Kalla mengaku, sejak awal sikapnya keras terhadap rencana pemerintah yang akan melakukan bail out bank dengan berbagai langkah sepihak. Sebut saja dari dikeluarkannya peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) krisis ekonomi hingga keinginan blunket guaranttee terhadap dana nasabah. "Oleh karena saya selalu menolak perpu maupun blunket guaranttee, saya tak pernah tahu ada rapat seperti itu," lanjutnya.
Ditanya tentang materi pertemuannya dengan Presiden Yudhoyono soal Bank Century, Kalla menjawab, "Presiden sendiri tak menyinggung soal Bank Century. Kita bicara soal bantuan kemanusiaan kepada etnis minoritas Rohingya di Myanmar," jelas Kalla.
Tentang waktu pertemuannya dengan Presiden Yudhoyono setelah Presiden berpidato soal kesaksian Antasari, Kalla menyatakan hanya kebetulan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang