Belum Ada Sanksi untuk PO Nakal

Kompas.com - 17/08/2012, 03:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan, belum mengambil langkah terhadap perusahaan otobus (PO) yang bertindak sewenang-wenang terhadap calon penumpang yang hendak mudik. Pihak terminal beralasan hingga kini belum mendapat laporan penumpang terkait pelanggaran layanan yang dilakukan PO.

"Sampai saat ini kami belum terima aduan calon penumpang. Jadi, kami tak bisa asal menindak," kata Swarta Sebayang, Kepala Terminal Lebak Bulus, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (16/8/2012) malam. Ia memperkirakan, sejumlah PO mengalami kendala kemacetan sehingga belum bisa mendatangkan bus yang dibutuhkan pada waktu keberangkatan yang telah ditentukan sebelumnya. Akibatnya, penumpang terpaksa dialihkan ke bus lain, baik dari PO yang sama maupun yang disewa.

Ia memastikan, pihaknya berwenang memberikan sanksi terhadap PO. Pengelola terminal bisa menindak tegas PO yang membandel jika memang mendapat laporan langsung dari calon penumpang. "Kami bisa langsung turunkan plang PO-nya di terminal. Kami bisa panggil dan kasih peringatan ke PO-nya," tegas Suarta.

Ia juga menegaskan, sanksi keras bisa berupa perintah pengosongan loket tiket hingga pengosongan ruangan yang dialokasikan untuk PO yang bersangkutan.

Sebelumnya, sejumlah calon penumpang mengeluhkan pelayanan PO bus yang sewenang-wenang. Beberapa PO dengan semaunya meminta tambahan biaya tiket atau memindahkan penumpang ke bus dengan standar yang lebih rendah dibandingkan harga tiket yang telah dibeli. Padahal, penumpang sudah membeli tiket dari jauh hari.

"Mungkin saja, PO-nya ingin menerapkan harga pasar. Saat ini tiket ke semua jurusan memang mengalami kenaikan," kata Suarta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau