Habis Tarawih, Makan Nasi Kalong

Kompas.com - 17/08/2012, 08:36 WIB

KOMPAS.com – Tak perlu takut mencoba, nasi kalong yang satu ini bukan berarti menggunakan daging kelelawar alias kalong sebagai menu lauk nasi. Namun, karena warung nasi rames tersebut baru buka di malam hari.

Jika Anda tergolong sering melancong ke Bandung, Jawa Barat, pasti Anda pernah mendengar Warung Nasi Kalong ini. Warung tersebut berada di Jalan RE Martadinata Nomor 57, jalan ini biasa dikenal dengan Jalan Riau.

Seperti kalong yang baru berkeliaran di malam hari, Warung Nasi Kalong baru buka di pukul 7 malam hingga dini hari. Dulu, malahan saat awal-awal buka, warung ini buka pukul 9 malam.

“Lima tahun lalu memang bukanya jam 9 malam. Tapi sudah tiga tahun belakangan buka pukul 7,” kata Martin, pemilik Warung Nasi Kalong.

Layaknya, warung nasi rames, pengunjung bisa langsung memilih lauk yang diinginkan. Ada banyak lauk yang bisa dicoba, mulai dari ayam, rolade, ikan teri, olahan telur, olahan tahu, dan aneka tumis sayur. Total ada lebih dari 20 jenis lauk yang beragam dan seringkali berubah-ubah.

Nah, lauk yang paling tenar adalah ayam madu dan tumis buncis. Semua makanan dimasak setiap harinya. Pengunjung bisa melihat sendiri Martin yang memasak langsung. Semburan panas dari api kompor seakan memberi sedikit cahaya di tengah gelapnya malam Jalan Riau.

Paling unik, tentu saja nasi kalong itu sendiri. Nama Warung Nasi Kalong, ternyata tak sekadar karena warung nasi ini buka di malam hari. Tetapi juga karena nasinya yang berwarna hitam.

Beras yang dipakai untuk nasi kalong adalah beras merah. Warna hitam yang didapat berasal dari buah pohon kepayang atau biasa dikenal dengan keluak yang biasa dipakai untuk bumbu rawon.

Tak sekadar warna hitam dari keluak, ditambahkan beberapa bumbu. Hasilnya adalah nasi hitam dengan aroma yang wangi dan empuk. Harga untuk sepiring nasi kalong dan lauk pun relatif murah, di kisaran mulai dari Rp 10.000.

Karena buka di malam hari, tak ada salahnya Anda mampir di Warung Nasi Kalong selepas melaksanakan ibadah tarawih. Anda bisa melaksanakan shalat tarawih di Masjid Istiqomah yang berada di Jalan Citarum. Lama tempuh dari masjid ke Warung Nasi Kalong hanya sekitar lima menit perjalanan darat dengan mobil.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau