Ini Alasan Target Pertumbuhan Ekonomi 6,8 Persen

Kompas.com - 17/08/2012, 18:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6,8 persen pada 2013. Nilai tersebut merupakan batas bawah dari target pertumbuhan semula sebesar 6,8 hingga 7,2 persen.

Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Armida Alisyahbana mengatakan, pemerintah memakai angka 6,8 persen atas dasar pertimbangan dari sisi konsumsi dan produksi. "Kedua bagian ini menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun depan," kata Armida saat konferensi pers di kantor Kementerian Perekonomian Jakarta, Jumat (17/8/2012).

Menurut Armida, pertumbuhan ekonomi Indonesia dilihat dari sisi konsumsi masyarakat akan naik 4,9 persen, konsumsi pemerintah sebesar 6,7 persen, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) naik 11,9 persen, ekspor barang dan jasa naik 11,7 persen, serta impor barang dan jasa naik 13,3 persen.

Adapun  dari sisi produksi, Indonesia cukup berbangga karena pertumbuhan ekonominya mencapai 6,4 persen pada kuartal II-2012. Pertumbuhan tersebut didorong oleh konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, dan investasi. "Namun, sektor pertanian menjadi kontributor tertinggi ke pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut, yaitu sebesar 3,7 persen," kata Armida.

Untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi tahun depan, pemerintah akan memberikan prioritas pada surplus produksi padi agar dapat naik sebesar 4 persen. Saat ini seluruh infrastruktur akan dikerahkan ke sektor tersebut. "Kemarin sektor pertanian sudah bisa tumbuh 4 persen. Harapannya bisa dijaga minimal 3,7 persen. Ini dilakukan agar pertumbuhan ekonomi kita juga tinggi," ujarnya.

Di tempat yang sama, Menteri Perekonomian Hatta Radjasa menjelaskan semua sektor tersebut akan dijaga pertumbuhannya. Dengan demikian, target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,8 persen di tahun depan akan dengan mudah tercapai. "Meski pertumbuhan ekonomi dipatok cukup tinggi, kita akan terus jaga nilai inflasinya," kata Hatta.

Sekadar catatan, inflasi tahunan pada tahun depan ditargetkan sebesar 4,9 persen. Adapun inflasi tahunan pada 2012 sebesar 6,8 persen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau