Balikpapan Akan Bangun Gedung Latihan Angkat Besi

Kompas.com - 17/08/2012, 22:27 WIB

BALIKPAPAN, KOMPAS.com-Prestasi yang ditorehkan dua lifter asal Balikpapan Kalimantan Timur, yakni Triyatno dan Eko Yuli Irawan, di ajang Olimpiade 2012, memotivasi Pemkot Balikpapan segera merealisasikan pembangunan gedung latihan untuk angkat besi dan angkat berat.

Tahun ini Detail Engineering Design (DED) padepokan sudah selesai sehingga tahun depan akan dioptimalkan upaya pembangunan fisik gedungnya, ujar Dortje Marpaung, Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya, dan Pariwisata Balikpapan, Jumat (17/8/2012).

Nama gedung tersebut, belum ditentukan. Namun sejauh ini, kemungkinannya nanti akan dinamakan padepokan . Gedung itu multifungsi, karena selain untuk angkat besi dan berat, juga untuk kolam renang .

Dortje melontarkan keyakinan bahwa prestasi Triyatno dan Eko Yuli Irawan, yang menyumbang perak dan perunggu di ajang Olimpiade 2012, akan memicu para pengusaha untuk berpartisipasi.

Selama ini, Pemkot Balikpapan mendukung perjuangan para lifter meskipun baru sebatas membayarkan uang sewa tempat latihan, yakni di salah satu ruangan di sebuah gedung serbaguna Jalan MT Haryono, Balikpapan. Gedung milik swasta tersebut utamanya disewakan untuk bulu tangkis. "Kalau tidak salah, biaya sewanya Rp 60 juta per tahun," ujar Dortje.     

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau