BALIKPAPAN, KOMPAS.com-Prestasi yang ditorehkan dua lifter asal Balikpapan Kalimantan Timur, yakni Triyatno dan Eko Yuli Irawan, di ajang Olimpiade 2012, memotivasi Pemkot Balikpapan segera merealisasikan pembangunan gedung latihan untuk angkat besi dan angkat berat.
Tahun ini Detail Engineering Design (DED) padepokan sudah selesai sehingga tahun depan akan dioptimalkan upaya pembangunan fisik gedungnya, ujar Dortje Marpaung, Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya, dan Pariwisata Balikpapan, Jumat (17/8/2012).
Nama gedung tersebut, belum ditentukan. Namun sejauh ini, kemungkinannya nanti akan dinamakan padepokan . Gedung itu multifungsi, karena selain untuk angkat besi dan berat, juga untuk kolam renang .
Dortje melontarkan keyakinan bahwa prestasi Triyatno dan Eko Yuli Irawan, yang menyumbang perak dan perunggu di ajang Olimpiade 2012, akan memicu para pengusaha untuk berpartisipasi.
Selama ini, Pemkot Balikpapan mendukung perjuangan para lifter meskipun baru sebatas membayarkan uang sewa tempat latihan, yakni di salah satu ruangan di sebuah gedung serbaguna Jalan MT Haryono, Balikpapan. Gedung milik swasta tersebut utamanya disewakan untuk bulu tangkis. "Kalau tidak salah, biaya sewanya Rp 60 juta per tahun," ujar Dortje.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang