Kecelakaan

Tim SAR Masih Cari Mendagri Filipina

Kompas.com - 18/08/2012, 20:08 WIB

KOMPAS.com - Sampai hari ini, tim SAR masih mencari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Filipina Jesse Robredo yang menjadi salah satu korban kecelakaan pesawat Cessna 172 di perairan Provinsi Camarines Sur, Filipina.

Menurut informasi Radio DZBB pada Sabtu (18/8/2012) dalam wawancara dengan Menteri Transportasi Filipina Manuel Roxas II, pesawat itu bertolak dari Kota Cebu menuju Kota Naga di Camarines Sur. Kota tersebut adalah kampung halaman Robredo.

Di perjalanan, pilot pesawat menginformasikan adanya gangguan yang dialami ke Bandara Masbate di Kota Naga. Pilot, kata Roxas, mengatakan akan melakukan pendaratan darurat. Namun, pesawat akhirnya jatuh ke laut.

Pihak tim SAR mengatakan baru bisa menyelamatkan satu orang. Sementara, Robredo dan dua pilot masih hilang.

Pihak pasukan penjaga pantai mengatakan lokasi kecelakaan berjarak sekitar satu kilometer dari pantai, tak jauh dari Bandara Masbate. Sementara, tim SAR menyisir kawasan tersebut. Pencarian di dasar laut belum bisa dilaksanakan lantaran keterbatasan penerangan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau