JAKARTA, KOMPAS.com - Semarak malam takbir menyambut Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1433 Hijriah mulai terasa di jantung Ibukota, salah satunya di kawasan Monumen Nasional (Monas). Ratusan warga, baik muda-mudi maupun keluarga, tampak mulai berdatangan ke kawasan tersebut.
Salah satu pengunjung bernama Richard (32), warga Duren Sawit, Jakarta Timur. Dia mengaku ke Monas bersama dengan istri dan anaknya. Ia memang ingin menimati malam takbiran di kawasan Monas karena suasananya yang meriah.
"Anak mau lihat kembang api, jadi malam takbiran di sini. Kalau di rumah bosen, acaranya gitu-gitu aja," ujarnya saat ditemui Kompas.com di halaman parkir Monas, Sabtu (18/8/2012) malam.
Hal senada juga diungkapkan Ikbal (18), warga Manggarai, Jakarta Selatan. Ia dan belasan kawan-kawan di lingkungan rumahnya ingin merayakan malam Lebaran di kawasan Monas. Mereka pun menyewa satu angkutan umum untuk jalan-jalan mengitari pusat Ibukota.
"Sama teman-teman biar ramai, buat seru-seruan aja nyalain kembang api. Tapi kita tetap tertib, nggak duduk di atas mobil, takut sama polisi, entar diturunin," ujarnya.
Berdasarkan pantauan di pintu masuk Monas, Jl Merdeka Barat, tepatnya di depan Balaikota, suasana terlihat cukup ramai. Antrean kendaraan roda dua dan roda empat tampak mengekor sepanjang 50 meter.
Selain menggunakan kendaraan pribadi, warga juga tampak datang menggunakan kendaraan umum, sebagian membawa serta bedug dan bendera Indonesia yang dikibarkan sambil meneriakan takbir. Seluruh jalan di sekeliling Monas, tampak dijaga ketat oleh aparat kepolisian berseragam.
Sementara dari dalam kawasan Monas, semarak kembang api sudah mulai terasa sejak pukul 20.00 WIB. Letusan disertai warna-warni kembang api menambah semarak malam jelang hari Kemenangan bagi umat Muslim tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang