Warga Jakarta Menikmati Malam Takbiran di Monas

Kompas.com - 18/08/2012, 21:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Semarak malam takbir menyambut Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1433 Hijriah mulai terasa di jantung Ibukota, salah satunya di kawasan Monumen Nasional (Monas). Ratusan warga, baik muda-mudi maupun keluarga, tampak mulai berdatangan ke kawasan tersebut.

Salah satu pengunjung bernama Richard (32), warga Duren Sawit, Jakarta Timur. Dia mengaku ke Monas bersama dengan istri dan anaknya. Ia memang ingin menimati malam takbiran di kawasan Monas karena suasananya yang meriah.

"Anak mau lihat kembang api, jadi malam takbiran di sini. Kalau di rumah bosen, acaranya gitu-gitu aja," ujarnya saat ditemui Kompas.com di halaman parkir Monas, Sabtu (18/8/2012) malam.

Hal senada juga diungkapkan Ikbal (18), warga Manggarai, Jakarta Selatan. Ia dan belasan kawan-kawan di lingkungan rumahnya ingin merayakan malam Lebaran di kawasan Monas. Mereka pun menyewa satu angkutan umum untuk jalan-jalan mengitari pusat Ibukota.

"Sama teman-teman biar ramai, buat seru-seruan aja nyalain kembang api. Tapi kita tetap tertib, nggak duduk di atas mobil, takut sama polisi, entar diturunin," ujarnya.

Berdasarkan pantauan di pintu masuk Monas, Jl Merdeka Barat, tepatnya di depan Balaikota, suasana terlihat cukup ramai. Antrean kendaraan roda dua dan roda empat tampak mengekor sepanjang 50 meter.

Selain menggunakan kendaraan pribadi, warga juga tampak datang menggunakan kendaraan umum, sebagian membawa serta bedug dan bendera Indonesia yang dikibarkan sambil meneriakan takbir. Seluruh jalan di sekeliling Monas, tampak dijaga ketat oleh aparat kepolisian berseragam.

Sementara dari dalam kawasan Monas, semarak kembang api sudah mulai terasa sejak pukul 20.00 WIB. Letusan disertai warna-warni kembang api menambah semarak malam jelang hari Kemenangan bagi umat Muslim tersebut.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau