SEMARANG, KOMPAS.com — Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mengaku prihatin dengan teror yang terjadi menjelang hari raya Idul Fitri 1433 Hijriah di Solo dalam dua hari berturut-turut. Padahal, lanjutnya, Ramadhan adalah waktu untuk menegakkan kejujuran dan kedamaian.
"Ujung Ramadhan justru diwarnai dengan hal kurang baik," katanya setelah shalat Id di Semarang, Minggu (19/8/2012).
Dia pun menyerukan agar tindak kekerasan seperti itu diakhiri demi menciptakan suasana yang stabil sehingga bisa fokus pada pembangunan masyarakat yang lebih sejahtera.
Jumat (17/8/2012), orang tak dikenal menembaki pos pengamanan Lebaran di Pospam 5 Gemblegan Serengan, Solo, dan menyebabkan dua anggota polisi terluka, yakni Bripka Endro Margiyanto dan Brigadir Kukuh Budiyanto. Para pelaku mengendarai sepeda motor dan beraksi pada malam hari.
Sementara itu, Sabtu malam, terjadi ledakan di pos pengamanan Lebaran di Pospam Gladak. Aksi teror pada Sabtu pukul 23.32 tersebut dilakukan oleh dua orang tak dikenal dengan berboncengan yang kemudian melempar granat ke arah pos pengamanan Lebaran yang berlokasi di Bundaran Gladak, Jalan Jenderal Sudirman, Solo.
Kepala Kepolisian Resor Kota Surakarta Komisaris Besar Asdjima’in mengatakan belum mengetahui bahwa pelaku peledakan granat di Pospam Gladak itu sama dengan penembakan di Pospam Gemblegan. Polisi masih menyelidiki kasus ini dan tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Polres Solo pun memutuskan untuk menambah jumlah personel untuk pengamanan Lebaran 2012 di daerah itu melalui bantuan anggota TNI di berbagai pospam.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang