Teror solo

Solo Didera Teror, Gubernur Jateng Prihatin

Kompas.com - 19/08/2012, 11:14 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com — Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mengaku prihatin dengan teror yang terjadi menjelang hari raya Idul Fitri 1433 Hijriah di Solo dalam dua hari berturut-turut. Padahal, lanjutnya, Ramadhan adalah waktu untuk menegakkan kejujuran dan kedamaian.

"Ujung Ramadhan justru diwarnai dengan hal kurang baik," katanya setelah shalat Id di Semarang, Minggu (19/8/2012).

Dia pun menyerukan agar tindak kekerasan seperti itu diakhiri demi menciptakan suasana yang stabil sehingga bisa fokus pada pembangunan masyarakat yang lebih sejahtera.

Jumat (17/8/2012), orang tak dikenal menembaki pos pengamanan Lebaran di Pospam 5 Gemblegan Serengan, Solo, dan menyebabkan dua anggota polisi terluka, yakni Bripka Endro Margiyanto dan Brigadir Kukuh Budiyanto. Para pelaku mengendarai sepeda motor dan beraksi pada malam hari.

Sementara itu, Sabtu malam, terjadi ledakan di pos pengamanan Lebaran di Pospam Gladak. Aksi teror pada Sabtu pukul 23.32 tersebut dilakukan oleh dua orang tak dikenal dengan berboncengan yang kemudian melempar granat ke arah pos pengamanan Lebaran yang berlokasi di Bundaran Gladak, Jalan Jenderal Sudirman, Solo.

Kepala Kepolisian Resor Kota Surakarta Komisaris Besar Asdjima’in mengatakan belum mengetahui bahwa pelaku peledakan granat di Pospam Gladak itu sama dengan penembakan di Pospam Gemblegan. Polisi masih menyelidiki kasus ini dan tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Polres Solo pun memutuskan untuk menambah jumlah personel untuk pengamanan Lebaran 2012 di daerah itu melalui bantuan anggota TNI di berbagai pospam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau