Angkutan lebaran

Minat Naik Bus Bantuan Rendah

Kompas.com - 19/08/2012, 15:42 WIB

BEKASI, KOMPAS.com- Minat calon penumpang untuk naik bus bantuan saat armada reguler habis sangat rendah. Ini karena kebanyakan kondisi bus bantuan di bawah bus reguler namun menerapkan tarif di atas armada reguler. Akibatnya, penumpang memilih naik moda transportasi lainnya, seperti kendaraan roda dua.

Hal ini diungkapkan Wakil Komandan Regu di Terminal Induk Bekasi Ajudia, Minggu (19/8/2012).

Menurut Ajudia, dari 80 bus bantuan yang disiapkan untuk angkutan Lebaran, hanya 10-15 bus yang terpakai. "Bus bantuannya seperti Mayasari Bhakti atau bus pariwisata. Kebanyakan penumpang ogah naik karena fasilitasnya tidak seperti bus reguler. Belum lagi penumpang yang fanatik. Kalau tidak pakai bus A, ya, tidak mau," kata Ajudia.

Menurut dia, tarif bus bantuan 5-10 persen di atas tarif bus reguler. Padahal, pada masa Lebaran seperti saat ini bus reguler saja sudah menetapkan tarif batas atas karena tingginya permintaan.

Tingginya tarif bus bantuan karena bus ini tetap harus membayar retribusi dan sejumlah dana pada Perusahaan Otobus (PO) karena membawa penumpang langganan PO tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau