BEKASI, KOMPAS.com- Minat calon penumpang untuk naik bus bantuan saat armada reguler habis sangat rendah. Ini karena kebanyakan kondisi bus bantuan di bawah bus reguler namun menerapkan tarif di atas armada reguler. Akibatnya, penumpang memilih naik moda transportasi lainnya, seperti kendaraan roda dua.
Hal ini diungkapkan Wakil Komandan Regu di Terminal Induk Bekasi Ajudia, Minggu (19/8/2012).
Menurut Ajudia, dari 80 bus bantuan yang disiapkan untuk angkutan Lebaran, hanya 10-15 bus yang terpakai. "Bus bantuannya seperti Mayasari Bhakti atau bus pariwisata. Kebanyakan penumpang ogah naik karena fasilitasnya tidak seperti bus reguler. Belum lagi penumpang yang fanatik. Kalau tidak pakai bus A, ya, tidak mau," kata Ajudia.
Menurut dia, tarif bus bantuan 5-10 persen di atas tarif bus reguler. Padahal, pada masa Lebaran seperti saat ini bus reguler saja sudah menetapkan tarif batas atas karena tingginya permintaan.
Tingginya tarif bus bantuan karena bus ini tetap harus membayar retribusi dan sejumlah dana pada Perusahaan Otobus (PO) karena membawa penumpang langganan PO tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang