Gp indianapolis

Spies Kecewa karena Keberuntungannya Lenyap

Kompas.com - 20/08/2012, 12:27 WIB

INDIANAPOLIS, Kompas.com - Ben Spies hanya bisa menelan kekecewaan atas kenyataan yang dihadapi saat melakoni GP Indianapolis, Minggu (19/8/2012) atau Senin dini hari WIB. Ketika sedang bertarung di barisan terdepan bersama pebalap Repsol Honda, Dani Pedrosa, dia mengalami gangguan pada mesin sehingga harus melupakan impian untuk mengakhiri paceklik podium selama MotoGP musim 2012.

Saat balapan dimulai, Spies, yang start dari posisi keempat langsung melejit ke posisi terdepan. Di tikungan kedua, pebalap Yamaha ini sudah melewati pemegang pole, Pedrosa. Kejar-mengejar pun terjadi antara dua pebalap ini.

Namun pada lap keenam, nasib sial menimpa Spies, yang waktu itu berada di urutan kedua. Di lintasan lurus, motor YZR-M1 tunggangannya mengalami masalah pada mesin sehingga mengeluarkan asap tebal. Alhasil, juara dunia World Superbike 2009 ini harus meninggalkan arena lomba dan duduk manis di garasi untuk menyaksikan bagaimana Pedrosa dengan nyaman menguasai balapan selama 28 lap itu. Ambisi mempertahankan tradisi podium yang diraih dalam dua musim terakhir, lenyap.

"Ini untuk ketiga kalinya pada musim ini saya mengalami kegagalan mekanik. Saya pikir, seseorang berutang uang kepadaku untuk hal itu. Keberuntunganku lenyap," ujar Spies tentang nasibnya.

"Saya benar-benar sangat agresif kemarin, saya memberikan 100 persen, tetapi untuk alasan apapun, hal itu terjadi. Motor terasa bagus, dan saya merasa melakukan start yang bagus. Saya bisa mengatakan Dani menggunakan lebih banyak ban belakang dari pada aku, dan dalam beberapa tahun terakhir (di Indianapolis) dia kembali di depanku.

"Selama 28 lap, saya pikir kami bisa membidik kemenangan. Tentu saja podium memungkinkan karena saya sudah melihat adanya gap. Tetapi kemudian, pada lap terakhirku, motor mulai sangat pelan dan mengeluarkan asap di lintasan lurus. Saya langsung pindah jalur sehingga tak memberikan efek kepada Jorge atau pun yang lainnya."

Dengan kegagalan ini, Spies terpuruk di urutan ke-10 klasemen sementara. Lebih mengecewakan lagi, dia mengalami kegagalan dalam dua balapan di hadapan publik sendiri, setelah di Laguna Seca pun kecelakaan karena lengan ayun motornya patah.

Padahal, untuk balapan kali ini Spies mengesamping rasa sakit yang dialaminya karena dia tampil dengan rasa sakit di bahu. Cedera membekapnya karena dia mengalami kecelakaan hebat pada kualifikasi yang berlangsung Sabtu (18/8).

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau