Kapolda Terkendala Bahasa Daerah Saat Redam Bentrok

Kompas.com - 20/08/2012, 17:57 WIB

PALU, KOMPAS.com - Kepala Polda Sulawesi Tengah Brigjen Pol Dewa Parsana mengalami kesulitan bahasa daerah saat menenangkan massa di Kabupaten Sigi yang terlibat bentrok, Senin.

Saat menghalau massa di Desa Binangga, imbauan Dewa Parsana tak digubris warga setempat. Bahkan, sejumlah warga terlihat semakin beringas sehingga sejumlah anggota polisi meminta Dewa Parsana untuk meninggalkan lokasi bentrok.

"Warga yang terlibat bentrok adalah warga Suku Kaili yang tinggal di lembah di Palu. Bahkan sebagian di antara mereka tidak mengerti Bahasa Indonesia," kata Dewa Parsana, Senin (20/8/2012).

Dewa Parsana juga tidak mengetahui bahasa Kaili, yang digunakan masyarakat setempat. Sejumlah polisi akhirnya menarik diri dan mendirikan pos-pos pengamanan untuk menghindari terjadinya konflik susulan.

Dewa Parsana mengimbau kepada masyarakat untuk tenang dan tidak terpancing emosi agar tidak menjadi korban bentrok.

Beberapa saat kemudian, Wakil Bupati Sigi, Livingstone Sango juga hadir untuk menenangkan warga desa yang terlibat bentrok.

Livingstone menyerahkan sepenuhnya pengamanan kepada kepolisian agar bentrok tidak meluas.

Bentrok di Kecamatan Marawola awalnya melibatkan warga Desa Padende dan Desa Binangga yang terjadi pada Senin dini hari.

Warga yang terlibat bentrok memprsenjatai dirinya dengan tombak, parang, panah, bom molotov, dan senjata api rakitan. Bentrok akhirnya meluas dan melibatkan sejumah warga desa tetangga untuk membantu rekannya.

Akibat bentrok itu, lima rumah warga dibakar massa, dan seorang meninggal dunia karena mengalami luka bacok di sekujur tubuhnya.

Saat ini terdapat 310 personel TNI dan Polri yang bersiaga di sekitar lokasi bentrok guna mengantisipasi bentrok susulan. Sejumlah konsentrasi massa saat ini masih terlihat di pinggir jalan Palu-Bangga.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau