Poros Jalan Rusak Akibat Gempa Sigi Sudah Bisa Dilewati Kendaraan

Kompas.com - 20/08/2012, 19:17 WIB

PALU, Kompas.com - Poros jalan Saluwa-Kulawi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, yang putus total akibat bumi 6,2 Skala Richter pada Sabtu (18/8/2012) sore, sudah bisa dilewati kendaraan. Badan jalan yang sebelumnya tertutup material tanah longsor dan sama sekali tidak bisa dilalui kendaraan, termasuk sepeda motor, mulai Senin (20/8) pagi sudah bisa dilewati.

Komandan Kodim 1306/Donggala Letkol CZI Rudy Wahjudiono di Sigi, Senin, mengatakan, dengan terbukanya jalur tersebut berbagai bantuan logistik untuk korban di Kecamatan Kulawi sudah bisa didistribusikan.

Meski demikian, pengguna jalan harus ekstra hati-hati karena selain sempit, jalanan masih terdapat banyak material tanah longsor. Selain itu, beberapa titik jalan ikut longsor akibat gempa, sehingga rawan kecelakaan.

Arus lalu lintas kendaraan roda empat dan dua dari arah Kulawi menuju Palu dan sebaliknya sudah lancar.

Selain mengerahkan satu unit alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulteng, anggota TNI, Polri dan masyarakat, ikut membantu membersihkan badan jalan yang tertutup longsor.

Rudy mengatakan, TNI mengerahkan sekitar 300 personel, termasuk dari Yonif 711/Raksatama untuk membantu evakuasi para korban gempa bumi tektonik yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Gumbasa, Kulawi dan Lindu, Kabupaten Sigi.

Namun, korban gempa bumi di Lindu belum bisa tersentuh bantuan karena akses jalan masih terputus terkena tanah longsor. Akses ke Lindu melalui Kecamatan Gumbasa selama ini hanya bisa ditempuh dengan sepeda motor.

Sebanyak 15 anggota TNI sejak Senin pagi telah dikirim untuk menerobos jalur tersebut untuk menolong para korban yang ada di Kecamatan Lindu. Kecamatan Lindu merupakan daerah paling parah dari tiga kecamatan yang dilanda gempa bumi.

Jalan menuju kecamatan itu hanya jalan setapak melewati lereng tebing di Taman Nasional Lore-Lindu (TNLL). Dari Palu menuju Lindu berjarak sekitar 60-an kilometer.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau