Sigi, Kompas -
Gempa juga menimbulkan longsor yang menyebabkan lima desa di Kecamatan Lindu hingga Senin masih terisolasi. Ada 61 titik longsor di sepanjang 7 kilometer yang menutup badan jalan menuju Lindu.
Menurut data Posko Bencana Alam Desa Salua, Kecamatan Kulawi, yang dilansir Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sigi, warga yang tewas dari Kecamatan Lindu adalah Ida (47), Marlin (14), Bunga (65), dan bayi berusia 3,5 bulan yang belum diketahui namanya serta dari Desa Salua, Kecamatan Kulawi, bernama Ronald Rico (19).
Selain itu, sebanyak 43 warga juga mengalami luka-luka. Sebagian warga yang luka dirawat di sejumlah rumah sakit di Palu dan di rumah masing-masing. Rumah yang rusak berat 39 unit, rusak sedang 192 unit, dan rusak ringan 309 unit. ”Sementara kami mengungsi di rumah keluarga. Rumah kami rata dengan tanah. Tidak ada barang yang bisa diselamatkan,” kata Syaharuddin (27), warga Desa Tuva, Kecamatan Gumbasa.
Gempa berkekuatan 6,2 skala Richter di Sigi itu terjadi Sabtu pukul 17.41 Wita. Gempa berada di kedalaman 10 kilometer dengan episentrum sekitar 42 kilometer arah tenggara Kota Palu. Gempa juga dirasakan di Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Parigi Moutong. Wilayah yang paling merasakan dampak gempa adalah Kecamatan Lindu, Kulawi, dan Gumbasa yang terletak di perbukitan. Ketiga kecamatan itu juga masuk ke dalam daerah yang dilalui sesar aktif Palu-Koro yang membentang dari Teluk Palu hingga Teluk Bone.
Gempa pada Sabtu malam juga terjadi di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara. Gempa berkekuatan 5,8 skala Richter itu, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), berpusat di Pulau Halmahera, sekitar 43 kilometer timur laut Morotai dengan kedalaman 10 kilometer.
Jalu, warga di Morotai, mengatakan, gempa tengah malam itu menimbulkan kepanikan warga. Namun, tak ada korban dan bangunan yang rusak di pulau itu.
Hari Minggu dan Senin BMKG juga melaporkan terjadi gempa di wilayah Aceh.
Pantauan di Sigi menunjukkan material longsoran berupa batu, tanah, pohon besar, dan tiang listrik menutup badan jalan di Kecamatan Gumbasa dan Kulawi di Desa Salua. Jalur itu pun tertutup meski hari Senin sudah bisa dilalui. Namun, lima desa di Kecamatan Lindu hingga Senin masih terisolasi, termasuk kawasan Taman Nasional Lore Lindu. ”Kami upayakan segera membersihkan longsoran agar petugas dan bantuan bisa dikirimkan ke lokasi bencana. Beberapa petugas kesehatan masuk dengan jalan kaki,” kata Rezmin Lase, Kepala BPBD Sigi.
Bencana menjelang Lebaran itu membuat sejumlah warga menangis. Bahkan, sebagian warga pingsan seusai menjalankan shalat Id.
Di Jakarta, Senin, ahli gempa dari Institut Teknologi Bandung, Irwan Meilano, menjelaskan, gempa di Sigi terjadi di bagian sesar Palu-Koro dengan sesar geser ke kiri. Di daerah itu juga terdapat sesar Sausu.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif, Senin, mengunjungi lokasi gempa di Tuva, Kecamatan Gumbasa, Sigi. BNPB juga memberikan bantuan Rp 200 juta.