Jalan Longgar, Warga Pilih Mudik Setelah Lebaran

Kompas.com - 21/08/2012, 13:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Satu hari setelah perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1433 Hijriah, aktivitas para pemudik masih mewarnai Terminal Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Selasa (21/8/2012). Kebanyakan pemudik memilih pulang kampung setelah hari raya dengan alasan kondisi lalu lintas yang lengang.

Wahyu (42) contohnya. Bersama sang istri, warga Batu Ampar, Kramat Jati, Jakarta Timur tersebut tengah menunggu bus ekonomi AC jurusan Sumedang di ruang tunggu Terminal AKAP Kampung Rambutan. Menurutnya, pulang kampung pada H+1 memiliki kelebihan tersendiri, yaitu kenyamanan di atas bus.

"Ya supaya agak longgar aja jalanan. Jadi kitanya juga nyaman di bus," Ujar Wahyu kepada Kompas.com, Selasa siang.

Hal senada juga diungkapkan Sekar (23), warga Ciracas, Jakarta Timur. Ia dan lima orang sepupunya tampak turun dari mobil angkutan umum dalam kota dan mencari bus jurusan Tasikmalaya. Wanita yang sehari-hari bekerja sebagai buruh konveksi tersebut mengaku kapok pulang kampung pada saat puncak arus mudik tahun lalu.

"Bayangin saja, saya yang biasanya ke kampung lima jam, hampir dua kali lipatnya. Nggak mau lah, mendingan setelah Lebaran aja. Apalagi, saya memang sudah janjian sama saudara lain," ujarnya.

Bagi pemudik lainnya, Doni Gobras (25), pulang kampung setelah Lebaran memang kerap dimaknai kehilangan momen untuk silaturahmi. Meski demikian, ia dan istrinya tetap memilih mudik setelah hari raya atas alasan kondisi pekerjaannya. Menurutnya, hal itu tak mengurangi makna silaturahmi kepada orang tua di kampung.

"Ya nggak lah, silaturahmi kan bisa kapan saja. Orang tua saya juga memahami kok. Kan yang penting kita sudah datang ke orang tua, minta maaf," ujar pria yang sehari-hari bekerja di pabrik salah satu minuman soda terkemuka tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau