Antrean Kendaraan Menuju Pelabuhan Ratu Capai 2 Km

Kompas.com - 21/08/2012, 14:26 WIB

SUKABUMI, KOMPAS.com - Antrean kendaraan baik roda dua maupun lebih di pos restribusi Buniwangi dari arah Cikidang, menuju objek wisata laut Palabuhanratu mencapai dua kilometer. Antrean didominasi kendaraan roda dua dan mobil bak terbuka.

"Antrean kendaraan sudah terjadi di lokasi menuju tempat wisata dalam dua hari terakhir ini, khususnya yang menuju Palabuhanratu antrean kendaraan di pos restribusi Buniwangi cukup panjang," kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, Ahmad Riyadie, di Sukabumi, Selasa (21/8/2012).

Menurut Riyadie, mayoritas pengunjung atau wisatawan yang hendak ke Palabuhanratu berasal dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Lebih lanjut, ia menjelaskan, panjangnya antrean terjadi karena banyaknya kendaraan dari kedua arah. Selain itu, transaksi saat beli tiket di pos restribusi membutuhkan waktu sehingga kendaraan yang datang harus menunggu giliran membeli tiket masuk.

"Walaupun terjadi antrean panjang tetapi tidak terjadi kemacetan di lokasi wisata Palabuhanratu, arus kendaraan masih lancar walau ada di beberapa titik terjadi kepadatan kendaraan," tambahnya.

Untuk mengantisipasi penumpukan arus kendaraan di lokasi wisata, selain menugaskan ratusan personelnya yang dibantu petugas Polantas Polres Sukabumi, pihaknya juga mengimbau kepada pengelola tempat wisata yang ada di Palabuhanratu agar membenahi lahan parkirnya.

"Kami telah melakukan rekayasa jalan untuk menghindari kemacetan di objek wisata Palabuhanratu. Khusus untuk kendaraan roda empat maupun lebih yang ingin ke Palabuhanratu harus melalui jalur utama. Sementara, pulangnya baru bisa menggunakan Jalur Alternatif Cikidang. Kecuali kendaraan roda dua dan kecil bisa melalui Cikidang dengan tujuan Palabuhanratu," kata Riyadie.

Sementara, salah seorang wisatawan dari Jakarta, Muhamad Ikbal mengatakan, dirinya dan rekannya datang ke Palabuhanratu dari Jakarta dengan konvoi kendaraan roda dua untuk menghindari kemacetan. Ia sengaja memilih jalur Cikidang untuk mempersingkat waktu.

"Sebenarnya ke Pelabuhanratu ini yang baru pertama kali saya lakukan. Awalnya mau ke Ancol untuk menghabiskan waktu libur lebaran, tetapi karena bosan dan wisatawan sudah padat sehingga kami memutuskan untuk ke Palabuhanratu mencari suasana baru," kata Ikbal.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau