Facebook

Tiga Bulan Masuk Bursa, Saham Facebook Terus Turun

Kompas.com - 21/08/2012, 16:24 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com-Jika Anda membeli saham Facebook ketika penawaran saham perdana Mei lalu dan terus memegang saham tersebut, Senin pagi (20/8/2012) Anda telah kehilangan lebih dari separuh investasi Anda. Selain itu, belum ada tanda-tanda bahwa uang Anda yang menguap akan kembali ?

 

Tiga bulan setelah penawaran saham perdana pada sektor teknologi di pasar saham AS itu terjadi, saham Facebook mencapai titik nadir baru pada posisi 19 dollar AS per saham, padahal ketika ditawarkan pertama kali kepada publik, sahamnya dibandrol 38 dollar AS per saham.

 

Walaupun kemudian harga saham Facebook menguat menjadi 20,01 dollar AS, para pembeli saham ketika pelepasan saham perdana di bursa masih merugi besar. Pada analis mengatakan tidak mungkin ada perubahan arah dengan cepat. Beberapa investor masih berusaha menjual saham Facebook yang dipegangnya.

 

Jutawan Peter Thiel yang berinvestasi saham Facebook pada tahun 2004 menjual hampir 80 persen saham Facebook yang dipegangnya. Rata-rata harga saham Facebook yang dijual Thiel senilai 19,73 dollar AS. Dengan angka tersebut, dia masih mendapatkan keuntungan. Ketika melepaskan sahamnya ke publik 18 Mei lalu, Facebook meraup dana sebesar 16 miliar dollar AS dan nilai pasarnya mencapai jumlah fantastis. 104 miliar dollar AS. Hal ini menimbulkan harapan adanya booming dotcom baru di AS.

 

Bisnis Facebook cukup menjanjikan dengan penggunanya sebanyak 900 juta orang, Akan tetapi analis mengatakan dengan banyaknya saham yang dilepaskan, tingginya harga, dan perekonomian yang melemah, semua faktor itu telah mengurangi dukungan pasar terhadap perusahaan.

 

"Mereka mengeluarkan terlalu banyak saham dalam satu kesempatan, sebelum pasar siap menyerap," ujar Michael Pachter dari Wedbush Securities. Harga saham melorot menjadi 30-an dollar AS sepekan setelah melantai di bursa. Masih ditambah lagi dengan persoalan penjamin emisi yang menghadapi tuntutan karena menurunkan perkiraan laba Facebook beberapa hari sebelum penawaran saham perdana.

Saham Facebook lalu turun di kisaran 20 dollar AS per saham pada Juli lalu ketika Facebook mengumumkan laporan kuartalan yang tidak begitu menggembirakan. Kamis lalu, ketika larangan menjual saham bagi investor pra penjualan saham perdana ditiadakan, harganya terus tertekan karena banyak yang menjual sahamnya.

 

 

Para analis juga berdebat apakah saham Facebook itu saat ini diperdagangkan berdasarkan potensi labanya. "Pada jangka panjang, perdagangan saham tergantung pada fundamental bisnis perusahaan dan fundamental Facebook masih sangat positif," ujar Pachter.

Dia menyebutkan masalah pasokan saham yang terlalu banyak tidak terlalu signifikan. Pengamat media sosial Lou Kerner juga mengabaikan tekanan penjualan. "Kami masih optimistis."

"Facebook akan menentukan bagaimana telepon gengam menjadikan uang dan dollar akan mengalir," ujar professor keuangan dari Universitas New York Aswath Damodaran.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau