JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Terminal Pulogadung HM Nur memperkirakan arus balik akan lebih banyak ketimbang arus mudik. Pemudik yang kembali diperkirakan akan menggunakan bus komersil, ketimbang menggunakan bus gratisan.
Hal tersebut, kata Nur, terkait dengan kebijakan PT KAI mengenai 100 persen tempat duduk. Oleh karenanya, penumpang yang kehabisan tiket akan beralih pada sarana transportasi lain.
"Karena mereka berangkat mudik sebelumnya ada yang pakai mudik gratis. Nah sewaktu pulang inikan mereka masing-masing. Banyak yang beralih ke bus," ujar Nur di Terminal Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (21/8/2012).
Untuk itu mengatisipasikan hal itu, di Terminal Bus AKAP Pulogadung Jakarta Timur, telah dilakukan persiapan. Terutama untuk mengantisipasi penumpang yang datang malam hari serta mengalami kelelahan. Sarana penerangan di dalam terminal pun ditambah.
"Pospam sudah kita kondisikan, dari yang sebelumnya ada di tempat keberangkatan sekarang sudah pindah ke dalam, dekat tempat kedatangan. Ada posko kesehatan juga di dalam terminal. Selai itu ada Musala dan sarana MCK. Hal ini untuk memberikan keamanan dan kenyamanan," ujar Nur.
Selain itu pihaknya, juga menyediakan Angkutan Malam Hari (Amari), untuk penumpang arus balik yang mau terus melanjutkan perjalanan apabila tiba di terminal malam hari, sehingga tetap mudah mendapatkan akses transportasi. Namun Nur juga berpesan agar beristirahat terlebih dahulu dan tidak memaksakan apabila sudah terlalu larut malam.
"Di sini juga ada tenda disediakan untuk istirahat. Kalau datang terlalu malam, supaya tidak usah tergesa-gesa," ujar Nur memaparkan.
Terkait puncak arus balik di Terminal Pulogadung, Nur memprediksi akan terjadi pada H+6 Lebaran, atau Sabtu (25/8/2012). Dari data yang diperoleh di terminal, puncak arus balik pada tahun lalu justru terjadi pada H+4 dengan jumlah penumpang yang datang mencapai 24.597 orang. Untuk Lebaran kali ini, menurut Nur berbeda, dan jumlahnya juga akan bertambah dari tahun sebelumnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang