Mudik Naik Bus Gratisan, Kembali Naik Bus Komersil

Kompas.com - 21/08/2012, 17:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Terminal Pulogadung HM Nur memperkirakan arus balik akan lebih banyak ketimbang arus mudik. Pemudik yang kembali diperkirakan akan menggunakan bus komersil, ketimbang menggunakan bus gratisan.

Hal tersebut, kata Nur, terkait dengan kebijakan PT KAI mengenai 100 persen tempat duduk. Oleh karenanya, penumpang yang kehabisan tiket akan beralih pada sarana transportasi lain.

"Karena mereka berangkat mudik sebelumnya ada yang pakai mudik gratis. Nah sewaktu pulang inikan mereka masing-masing. Banyak yang beralih ke bus," ujar Nur di Terminal Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (21/8/2012).

Untuk itu mengatisipasikan hal itu, di Terminal Bus AKAP Pulogadung Jakarta Timur, telah dilakukan persiapan. Terutama untuk mengantisipasi penumpang yang datang malam hari serta mengalami kelelahan. Sarana penerangan di dalam terminal pun ditambah.

"Pospam sudah kita kondisikan, dari yang sebelumnya ada di tempat keberangkatan sekarang sudah pindah ke dalam, dekat tempat kedatangan. Ada posko kesehatan juga di dalam terminal. Selai itu ada Musala dan sarana MCK. Hal ini untuk memberikan keamanan dan kenyamanan," ujar Nur.

Selain itu pihaknya, juga menyediakan Angkutan Malam Hari (Amari), untuk penumpang arus balik yang mau terus melanjutkan perjalanan apabila tiba di terminal malam hari, sehingga tetap mudah mendapatkan akses transportasi. Namun Nur juga berpesan agar beristirahat terlebih dahulu dan tidak memaksakan apabila sudah terlalu larut malam.

"Di sini juga ada tenda disediakan untuk istirahat. Kalau datang terlalu malam, supaya tidak usah tergesa-gesa," ujar Nur memaparkan.

Terkait puncak arus balik di Terminal Pulogadung, Nur memprediksi akan terjadi pada H+6 Lebaran, atau Sabtu (25/8/2012). Dari data yang diperoleh di terminal, puncak arus balik pada tahun lalu justru terjadi pada H+4 dengan jumlah penumpang yang datang mencapai 24.597 orang. Untuk Lebaran kali ini, menurut Nur berbeda, dan jumlahnya juga akan bertambah dari tahun sebelumnya.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau